Keprihatinan (saat ini)

After sholat dhuhur, ada pengajian di masjid Elnusa dengan pembicara ustad ??? (maaf gak tau namanya). Tema yang diusung adalah kajian al-qur’an sitemik, mungkin menurut bahasa saya adalah kajian al-qur’an berdasarkan kepada topik-topik yang akan dibahasnya sehingga beliau ini mengungkapkan sebuah hal kemudian didasarkan pada dalil /ayat yang ada di al-qur’an.

Topic yang disampaikan dari hal-hal yang uptodate seperti sebuah istana yang ada di penjara sampai pengkultusan/pemujaan secara berlebihan kepada sesuatu yang bisa menghancurkan sebuah umat. Saya tertatik dengan hal terakhir, pemujaan secara berlebihan. Beliau mengatakan, hal tersebut setiap saat terjadi di sekitar kita (misal dalam TV) tetapi kita tidak sadar dan tidak segera memutuskan/meng-cut hal tersebut. Membiarkan berlarut-larut sehingga menjadikan sebuah fenomena yang wajar dalam kehidupan kita. Pembiaran sesuatu yang salah tersebut tidak pernah terjadi pada zaman nabi maupun khalifah2 terdahulu, karena setiap terjadi sesuatu hal yang salah, para umaroh akan segera melurukan dan berusaha menghilangkan sehingga tidak terjadi pembicaraan atau bahkan peniruan terhadap hal salah tersebut oleh orang lain. Pak Ustad mencontohkan apabila terjadi perzinaan/perselingkuhan, apa yang terjadi saat ini??? pasti akan di ulas secara berulang-ulang di media informasi, so apa yang akan ditimbulkan dari itu??? coba kita renungkan….. Apa yang dilakukan pada zaman terdahulu??? orang yang melakukan zina/selingkuh akan dihukum/dirajam yang berat, terlebih bagi si wanita, si wanita selain dirajam akan diasingkan/diungsikan, apa yang akan terjadi???? coba kita renungkan…. (maaf belum bisa menyertakan dalil atau hadist tentang hal-hal diatas).

Parah-nya lagi, ketikan menjelajahi dunia maya untuk meningkatkan ke-Islam-an saya. Eh…. malah menemukan informasi-informasi yang menjijikan. Memang dalam dunia maya, kita akan menentukan sendiri informasi apa yang akan kita cari dan kita dapatkan, mau yang jelek untuk menghancurkan moral muslim, ada buuaaannyyyyaaakkkk banget. Atau mo menjacari dan mendapatkan informasi yang dapat meningkatkan ketaqwaan kita (insya’allah) juga tidak kalah banyak. BTW, asyik browsing malah menemukan situs-situs yang melecehkan dan menghujat agama isla. Berawal dari berita di sebuat media internet yang terkenal yang menginformasikan hal tersebut, iseng-iseng ssaya buka info tersebuit dan saya cek juga kebenaran informasinya. ASTAGFIRULLAH…. kenapa ada orang/situs/web/blog yang sebegitunya membenci ajaran islam bahkan mereka berlomba-lomba untuk memurtadkan muslimin/mah dengan berbahgai cara. FENOMENA apa lagi ini ???

Apa yang harus kita sikapi terhadap hal di atas??? apakah kita harus berpangku tangan dan diam menghadapi ini??? kenapa (hanya) Islam yang mereka musuhi???

Ketakukan terhadap ISLAM adalah alasan yang logis menurut saya, dan insya’allah dengan situs/blog/web yang menghina/menghujat bahkan berusaha memurtadkan muslim/mah itulah ISLAM akan menjadi lebih kuat dan maju, AMIN…..

Komentar bertahan »

Jogja…. Jogja… Jogja…

Jam papat seprapatan mudun teko sepor neng stasiun tugu…

Gak kerasa nih, mungkin dah setahun lebih gak mampir n maen ke Jogja (kira-kira kenapa ya???) hehehehe, yang tau diem aja yang gak tahu coba aja ditebak kenapa. Udah lama juga nih gak up-date blog, jadi kaku banget nulisanya sampe gak tau apa yang mo di tulis, padahal cita-cita pengen jadi penulis kayak Adre Hirata.

Jogja, orang biasa menyebutnya begitu tapi sebenernya lengkapnya Jogjakarta ato pernah juga disebut Yogyakarta. Sebuah kota budaya di Pulau Jawa, bahkan sempat juga di jadikan ibu kota negara Indonesia. Jogja juga sering disebut sebagai kota pariwisata, kota pendidikan dan sebutan yang laennya. Wah ngopo ndadak mbahas Jogja, nih kalo mo lihat detilnya menurut wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta

Mungkin separuh jiwa dan kepribadianku terbentuk di kota ini, dimulai dari tahun 1999 aku maen aja ke tempat kakak sepupu yang kuliah di Jogja, eh… tertarik juga kuliah di Jogja so tahun 2000 aku mencoba beruntungan di kota Gudeg ini. Itulah awal terbentuknya hingga kuselesaikan di tahun 2005 ( lama banget ya kuliahnya, ketuaan belajar nih… harusnya dah S2 wakakakaka).

Jalan Kaliurang KM5.5 no 12… lha iku lak kosku, kost yang paleng strategis. Di depan kost ada warung burjo tempat nongkrongnya artis jogja plus kalo tanggal tua bisa ngutang. Deket banget dengan warnet, game center, wartel n jalur bus kota. Kalo mo nginap hotel juga banyak tersebar di sepanjang JaKal, apalagi kuliner, mo dari lesehan kakilima dari tempe penyet (pas kul dulu 1 porsi masih 1500 perak, sekarang berapa yaa???) sampe steak n warung yang ke barat2an juga ada. Jakal, gak ada matinya lho…. 24jam non-stop kehidupan bergulir disini.

Liburan akhir tahun/natal di Jogja rame banget nih, rencana mo sopeng-sopeng dadi males banget. Soal-e harga2 pasti mahal banget tp mo kapan lagi kl gak sekarang. Emang mo shopping apaan sih?sok yes aja… Gerimis kecil menyambut kedatanganku, sambil menunggu sepupu njemput gak lupa kuisap dalam-dalam jiesam*** gold. Ternyata sambil ngerokok kok lamunan n hayalan jalan kemana-mana yaa…. inget awal kuliah tahun 2000an yang harus beradaptasi dengan budaya, makanan n kebiasaan jogja. Harus beradaptasi dengan teman2 baru di tahun 2003. Tahun 2005-2006 aku sering sekali menginjakkan kaki di stasiun ini yang sekarang sudah semakin bersolek dan rapi… Eh, pas ngelamun yang nakal n jorok kok aku ditepuk dari belakang “Mas, ayo cepetan… selak udan….” hehehe sepupuku dah datang. langsung aja meluncur ma honda-nya ke Jatimulyo. Sampe di rumah bulek gak lupa langsung “menghadap” tapi malu bnaget…. masak arah kiblat dah lupa kemana arahnya…..

Jogja… jogja…. NEVER ENDING STORY (be continue)

about Jogja

http://jogjaku.wordpress.com/2007/08/13/sejarah-jogjakarta/

http://www.jogja.com/tourism/info/?TFIvYXRJUEV4SVY3ci8%3D

Komentar bertahan »

India ~End of Story~

nih baru INTERNATIONALAkhirnya bisa nulis juga nih….

Pengennya cuti lama di rumah sambil beres-beres bantu ibu bersihin rumah mo siap-siap buat gawe, eh… ternyata malah suruh berangkat kerja lagi. Back to Topic aja lah, di India yang terasa tak berujung itu ternyata bisa membahagiankan juga (selain dapat hitungan allowance). Kebahagiaan itu datang ketika tiket Guwahati – Calcuta n Calcuta – Jakarta. Alhamdulillah yang semula kepulangan dijadwalakn tanggal 21 Mei 2009 Jakarta ternyata hilang angka satunya so jadi tanggal 2 Mei 2009 sampai Jakarta. Alhamdulillah…..

Seneng banget tapi ada sedih juga sih, soalnya yang pulang cuman bertiga dan masih empat orang lagi yang ada di India. Sory bozz, gw pulang doloean…. abisin aja rupenya, ntar baru pulang hehehehe. Tapi seneng juga sebentar aja, karena trip kepulangan ini sangat menyiksa dengan tingkat kelelahan tinggi karen berangkat dari Lumding pagi dan terus-menerus perjalanan sampai ke Jakarta besok siangnya. Emang India gak berperikemanusiaan, GILA semua kali tuh orang…. BTW, apalah artinya itu semua bila dibandingkan dengan Nasi Pecel dan Nasi Padang yang udah didepan mata, ehm…. aromanya dah tercium saat itu.

Akhirnya, cerita “menyedihkan” itu berakhir sudah. I NEVER DO IT AGAINT

~END~

forewell party

Komentar bertahan »

INDIA PART-6 (Bad News & Good News)

lumdingDah gak kerasa sebulan lebih, dah gak kerasa mulai kerasan dengan “kebiasaan” India. Abis jum’atan “ala” India yang notabene beda banget ma di Indo (soalnya pake bahasa local dan bahasa arab, so gak ngeh dech…), ada berita kalau project IOT-SP01 yang lagi jalan ini mau di”hentikan”. Dengan alasan keamanan yang semakin tidak menentu, karena sekitar 2 hari yang lalu di area survey terjadi kembali kontak senjata antara teroris dengan Army yang mengakibatkan korban jatuh di kubu Army. Gerombolan teroris di sini banyak golongan, tidak hanya satu kelompok teroris saja sehingga mempersulit untuk bisa “menaklukannya”. Disamping itu, musim penghujan juga dijadikan alasan untuk menhentikan project ini, padahal kita tahu bahwa dengan datangnya musim penghujan semakin “mempermudah” pekerjaan drilling.

Secara hitung-hitungan bisnis, semua alasan itu bisa dijadikan alasan tetapi alasan bisnis yang sangat logis sekali diutarakan karena dengan semakin molor dan tidak jelasnya management merupakan hal yang sangat mustahil untuk mendatangkan profit yang ditargetkan. Tidak ada jaminan keamanan, “kurang” profesionalnya kru, “tidak jelas-nya” management, dll semakin menambah ketidakjelasan kelangsungan project ini. Semakin banyak juga personil/kru/staff IOT sendiri yang memprediksi buramnya kelanjutan project ini.

Lha trus yo’opo? rencana pekerjaan drilling dan recording tetap dilanjutakan tetapi hanya satu lintasan saja (line KA-06), itupun apabila dihitung secara matematis dengan jumlah kru/personil yang ada tetap aja gak tau sampe kapan akan selesai (masih lebih dari satu bulan) belum lagi pengerjaan up-hole nya, padahal cuma diberi waktu sampai pertengahan mei (sekitar tanggal 15) untuk menyelesaiakn “semua” itu dan anehnya tetep saja disanggupi oleh bozz disini (PM). Itulah “incredible india”, mantab tho? Semua dibilang no-problem padahal big-problem hehehehe mungkin dah jadi habit orang India kali yaa…. Semoga saja tetap diberi kekuatan dan keberuntungan untuk dapat menyelesaikan project ini. Trus gimana ya urusan invoice-nya ya? Yo emboh iku urusanne antara India karo India hehehhe.

Wah, aku wes ngalor ngidul tapi during tau njelaske iki proyek opo & model-e piye. Sebelum berangkat kesini, aku juga gak tau sama sekali apa yang mau dikerjakan disini. Project Seismic ini berlokasi di daerah Lumding, Assam, India dengan nama block Karbi Anglong & NC Hill dengan client Oil India Limited (O.I.L) dengan main contractor India Oiltanking (I.O.T) karena I.O.T merupaka perusahaan yang baru aja bergerak di seismic maka dari pihan client mengingkan untuk ada perusahaan pendamping yang sudah berpengalaman dan itulah dipilih Hell-Nusa eh keliru…. PT. Elnusa Tbk. (Geosciences Services Division) sebagai mitra kontraktornya. So… seharusnya disini kita hanya sebagai supervisi saja, tapi…. yo wes ngerti dewe tho, diwoco wae tulisanku seng sak during-e. Oh iyo… kita kesini merupakan gelombang kedua lho, yang pertaman adalah Mr. Edi Junaidi (PC), Mr. Wahyu Rusdiana (Seismologis), Mr. Abdulah Sutopo (Chief Survey), mereka datang bulan Januari 2009 dan pulang bulan Maret 2009 trus kita gantiin dengan personil Mr. Suryo Dwiyono (PC), Mr. Ade Setiawan (Seismologis), Mula Vidya Kusuma (Chief Survey) dan beberapa hari kemudian disusul Mr. Milan Yulianto (ProMax-prossesor), Mr. Ahmad Wahdy Mursy (Chirf Obsever), Mr. Suhirman (Driller Supervisor) dan Mr. Aris Munandar (Up-Hole Observer). Jadi kekuatan kita disini adalah tujuh orang.

Wes ono gambaran tentang nih proyek tho, OK back to topic yang tadi. Setelah ada berita tentang kondisi proyek tho, jadi ada pihak yang merasakan ada berita gembira dan ada yang mendapat berita buruk karena kabar itu menyantumkan bahwa 4 orang (Mula, Milan, Herman, Aris) bisa pulang lebih cepat tapi untuk 3 orang (Suryo, Ade, Wahdy) harus tinggal untuk batas waktu yang tidak ditentukan (PISS bozz….). Sekali lagi, itulah INCREDIBLE INDIA yang “serba tidak pasti” tentang sesuatu hal. Wokey dech, selamat belanja oleh-oleh untuk yang kepulangannya dipercepat dan selamat berjuang untuk yang masih harus tetap untuk melanjutkan perjuangan dengan “jirak” (baca = jinten) yang selalu ada disetiap hidangan demi kebesaran nama ELNUSA, MERDEKA….. Ingat MOTTO kita di India, “rasah kakean cangkem, di pangan wae, ikhlas lan disyukuri” semua itu jangan memperdulikan hak, kewajiban, didholimi atau mendholimi, seng penteng rausah kakean cangkem (maaf kalo jorok/saru) to be continue……

visit http://en.wikipedia.org/wiki/Lumding untuk informasi lokasi dan lainnya

Komentar bertahan »

Kiblat

Jum’at ke-4

kabah1Kenapa kita sholat harus menghadap kiblat? Apakah Allah swt. hanya ada disana? Apakah kita menyembah ka’bah selayaknya umat-umat lain yang menyembah patung dan berhala?, TUNGGU DULU… BEDA !!! umat islam jelas beda dengan mereka yang menyembah patung dan berhala.

“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia[444], dan (demikian pula) bulan Haram[445], had-ya[446], qalaid[447]. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Maa’idah 5:97)

[444]. Ka’bah dan sekitarnya menjadi tempat yang aman bagi manusia untuk mengerjakan urusan-urusannya yang berhubungan dengan duniawi dan ukhrawi, dan pusat bagi amaln haji. Dengan adanya Ka’bah itu, kehidupan manusia menjadi kokoh

[445]. Arti bulan haram, maksudnya ialah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu

[446]. Ialah: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke Ka’bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji

[447]. Dengan penyembelihan had-ya dan qalaid, orang yang berkorban mendapat pahala yang besar dan fakir miskin mendapat bagian dari daging binatang-binatang sembelihan itu.

Qiblat (Ka’bah) merupakan pusat kegiatan bagi umat islam, bahkan ada yang menjelaskan/mengibaratkan secara ilmu bahwa di ka’bah merupan tempat dimana sinyal (seperti hp) yang paling kuat untuk tersampaikan pesan (do’a) kepada Allah. Itu bisa dilihat pada musim haji, sekian banyak orang berkumpul dan bermunajat kepada sang Pencipta.

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (QS Al- Baqarah 2:144)

Jangan ragu lagi kearah mana dalam melakukan ibdah sholat, kiblat dengan ka’bahnya merupakan panduan arah yang sudah jelas dan pasti benar. Sebelum Sholat, bernudhu dengan sempurna, betulkan arah kiblat, khusyu’ dan tumakninah-lah. Karena sholat merupan tiangnya agama Islam.

Komentar bertahan »

INDIA PART-5 ( Incredible India )

imga0156What Project is this? bener gak ya bahasa inggrisnya, hehehe. Gak kerasa juga nih, dah sebulan lebih di India tapi kok gak ngerasa kerja yaa…. gak merasa memberikan andil di proyek ini. Memang pertanyaan awal itu perlu dipertegas lagi kok, HSSE udah gak berjalan, “manipulasi” dimana-mana, produksi “megap-megap” tapi semua person yang terlibat dalam project ini terasa “nyantai” dan masih banyak lagi kejanggalan-kejanggalan. Layakah proyek ini disebut proyek seismik?.

(Proyek ini dah lama gak produksi lho, katanya sih karena ada pemilu dan upacara adat daerah setempat. Tapi waktu libur juga tidak dimanfaatkan untuk prepare dan evaluasi kenapa proyek ini low produksinya).

PERTAMA

Proyek Masak, mungkin betul juga nih. Memang kita harus menyadari semua ini, betul kata pepatah “dimana bumi kita pijak disitu langit kita junjung” tapi rasanya tidak ada timbale balikya dari itu hehehehe. trus kenapa dikatakan proyek masak? hampir semua masakan India tidak masuk di lidah orang Indonesia. Sudah hampir setiap hari diberi tahu tetapi tetap aja diulangi kebiasaan mereka, mungkin sudah habit mereka kalau dikasih tahu tidak mau berubah (ngeyel). Sudah diberikan menu dan keterangan kalau tidak tahu mune tersebut bisa langsung menghubungi orang Indonesia, tapi apa yang terjadi? NOTHING, nol besar… perubahan yang terjadi mungkin hanya 5-10%, tidak tahu apa penyebabnya! entah koki yang tidak bisa, manajer hotel yang tidak mau memenuhi semua menu atau memang dari kontraktor “hanya” dikasih budget yang hanya mampu untuk memasak itu-itu aja samapi juss, soft drink dan buah-buahan harus beli sendiri. Mana hak yang harus kita terima? masih maukan kita “dijajah” terus? masihkah kita harus belanja sendiri, memasak sendiri sampai-sampai Party-Chief harus turun tangan ke dapur untuk membuat oseng-oseng terong? atau supervisor drilling mendapat gaji double karena harus memasak?.

KEDUA

Proyek Kesabaran, mungkin tepo seliro, sungkan, pekewoh itu hanya ada di Jawa saja. Apakah perasaan itu bagus dan harus tetap dilestarikan, saya juga tidak tahu. Di India, jangan harap orang sini bisa menghormati atau mengharagi orang lain, se-level pelayan hotel saja kalo masuk kamar tanpa mengetok pintu, maen “selonong” aja masuk tanpa permisi, dengan semua kelakuan yang jauh dari nalar orang Indonesia/Jawa. So bagaimana orang-orang yang “berpendidikan”? sama juga sami mawon. Menghormati, menghargai merupakan hal yang sangat langka, mungkin hanya satu dua orang saja. Bahkan basa-basi untuk menyapa sekedar bertanya kabar saja hanya satu dua orang yang mau melakukannya. Atau orang Indonesia yang gila akan kehormatan dan dihormati karena kebiasaan kultur kerajaan yang kental melekat di Indonesia? secara pribadi, hal itu harus dibuang jauh-jauh dari pikiran. Memang harus professional dalam bekerja, tapi hormat menghormati dan relationship tetap harus dijaga tho! Katanya kalo dalam project seismic itu satu team, wah…. kan disini bukan proyek seimik (sesui judul hehehe).

KETIGA

Proyek Musiman, lha kok malah jadi proyek musiman nih! gimana ceritanya ya?. Musim di India tuh pada dasarnya ada 4 musim, sekarang mau masuk musim penghujan. Lha anehnya katanya karena musim penghujan makan semua kegiatan gak bisa berjalan normal, semu a tidak bisa produksi. Memaang mungkin access jalan untuk ke lokasi jadi lincin tapi karena itu aja masak harus sampai menyerah. Isu terakhir karena alasan itu (tentunya ada alasan lainnya) proyek harus berhenti pertengahan Mei (secara matematis gaka mungkin terjadi) dan hanya satu lintasan penuh yang akan dikerjakan mungkin ditambah dengan lintasan yang sudah diukur (TOPO) saja. So musimlah yang akan menentukan keberhasilan sebuah proyek, bukan bagaimana caranya kita mengatasi factor-faktor external tersebut bahkan dari factor external itu bisa membantu dan mendorong keberhasilan sebuah proyek (missal, hujan/air untuk support kru drilling. Itulah INCREDIBLE INDIA dengan segala macam ragam dan adat kebiasaannya. To be continue …..

Komentar bertahan »

INDIA PART-4 (Survey Dept. Method)

iot-sp01-program-mapSurvey Dept. merupakan salah satu dept. dalam project seismic yang akan melakukan tahapan pekerjaan awal atau pertama kali yang harus melakukan pekerjakan dalam sebuah project seismic. Inti pekerjaan dari tahapan ini adalah menempatkan titik-titik koordinat yang sudah direncanakan ke lapangan. Koordinat-koordinat tersebut apabila dihubungkan antara titik satu dengan yang alainnya dalam sebuah lintasan (line), biasanya akan membentuh sebuah garis lurus. So bagaimana caranya kok bisa menempatkan titik-titik yang direncanakan (teoritik) ke lapangan?

Pertama kali yang harus dilakukan adalah menentukan atau membuat titik fix yang akan digunakan sebagai acuan awal pengukuran. Titik tersebut harus mempunyai sebuah nilai koordinat (latitude, longtitude atau easting, northing dan dilengkapi dengan height/elevasi), biasanya di Indonesia menggunakan BM (benchmark) dari Bakosurtanal dan apabila BM tersebut letaknya relative jauh dengan area survey, maka dilakukan pengamatan BM di area survey menggunakan GPS Geodetic. Dengan metode tertentu yang sesuai dengan disiplin ilmu Geodesi, maka BM-BM tersebut akan disebarkan di area survey.

Setelah titik-titik fix sebagai titik star pengukuran didapatkan, maka dilakukan pengukuran/pemasangan titik-titik teoritik tersebut menggunakan alat Total Station. Alat tersebut pada prinsipnya mengukur sudut dan jarak, sehingga didapatkan sebuah nilai koordinat dengan sebuah system perhitungan secara geodesi.

Pengertian Geodesi berdasarkan dari website NOAA National Service Education Centre adalah ilmu tentang pengukuran dan pengamatan bentuk bumi dan lokasi titik di muka bumi. NOAA’s National Geodetic Survey (NGS) bertanggung jawab mengembangkan dan merawat system data Geodesi nasional (AS) yang digunakan untuk navigasi, sistem komunikasi dan pemetaan. Geodesy is the science of measuring and portraying the earth’s surface (Helmert, 1880) atau Geodesy is the discipline that deal with the measurement and representation of the earth, incuding its gravity field, in a three-dimentional time varying space (Associate Committee On Geodesy and Geopysics, 1973).

Data hasil pengukuran tersebut dilakukan pemrosesan dengan menggunakan software tertentu kemudian dihasilkan koordinat dengan tingkat keakuratan dan ketelitian tertentu. Untuk mengontrol ukuran tersebut tetap bagus dan sesuai dengan yang diharapkan, maka diperlukan pengamatan matahari untuk mengetahui arah utara sebenarnya. Pengertian pengamatan matahari secara mudahnya yaitu mengamati matahri sebagai benda langit yang posisinya selalu tetap dan dengan menggunakan hitungan tertentu dapat dijadikan sebagai acuan titik pengamatan (utara). Apabila tidak didapat dilakukan pengamatan matahari karena factor cuaca atau kondisi lapangan, maka diperlukan sebuah BM/titik fix yangdiamati menggunakan GPS Geodetic. Itulah sekilas pekerjaan pokok dari Survey Dept., masih banyak lagi pekerjaan yang laennya seperti penyediaan peta, pembuatan gambaran kondisi lapangan yang dilewati lintasan (sketchline), elevasi sebuah lintasan, rintis bridging, dll. Masih bingun??? So pasti, bagi orang awam yang bukan berkecimpung dalam sebuah pekerjaan pasti bingung, saya yakin yang bekerja di bidang seismic tapi bukan dari dept. Survey juga masih bingung. Semoga secara Geodesi, detil dari pekerjaan ini dapat terposting juga di blog ini (ditunggu masukan dan sarannya dari para senior).

Apakah gambaran diatas merupakan hal yang sudah baku??? Yang harus dikerjakan dalam sebuah pekerjaan Seismic??? Apakah hanya di satu perusahaan saja, tetapi di perusahaan yang lainnya berbeda motode dan konsepnya???. Secara Geodesi,pekerjaan diatas dapat dikatakan BENAR karena sesuai dengan kaidah-kaidah pengukuran yang sesuai dengan disiplin ilmu Geodesi.

Apabila sebuah pekerajaan dari dept. Survey dari sebuah project seismic tidak dilakukan seperti tahapan diatas bagaimana ya?. Pekerjaan itu diawali dengan pembuatan BM GPS yang diamati menggunakan GPS gedotic tentunya tetapi tidak menggunakan sebuah titik referensi yang jelas. Pembuatan BM GPS tersebut tidak menggunakan suatu sistem jarring yang dapat mengkoreksi kesalahan satu pengamatan dengan pengamatan yang lainnya. Secara mudahnya, pengamatan BM tersebut hanya menggunakan single baseline karena setip titik BM tidak terhubungkan atara yang satu dengan yang lainnya. Pemrosesannya pun dilakukan langsung setiap selesai melakukan pengukuran dan tidak ada ukuran lebih. (piye yo lek njelasne, kok aku dadi binging dewe. Hehehehe).

Pengukuran lintasan menggunakan alat Total Station diawali dengan Start line menggunakan dua titik pengamatan GPS yang tidak terikat (seperti translock) dimana azimuth dihitung dari dua GPS yang sudah diketahui koordinatnya tersebut dan tidak menggunakan Sunshot (azimuth startline tidak ada pembanding). Metode ini berdasarkan pengalaman selalu berbeda hasilnya apabila dibandingkan dengan menggunakan azimuth hasil dari sunshot, dan rasanya lebih konfiden menggunakan hasil sunshot sebagai startline. Kemudian, metode pengukuran di lapangan menggunakan sistem stake-out seperti yang dilakukan pada umumnya , dengan peralatan dan metode kerja seperti :

- Peralatan yang digunakan dalam satu kru adalah ; 1 buah Total Station, 1 buah kaki tiga, 2 stik ring pole, meteran.

- Stik ring pole selain digunakan sebagai stake-out juga digunakan sebagai posisi back-side dan front-side (satu kru hanya menggunakan satu statip/kakitiga).

- Setelah alat berdiri, kemudian memasukkan/memanggil koordinat back-side. Setelah didapat sudut/koordinat kemudian memasukkan koordinat dari TR/SP yang akan di stake-out. Pengambilan data (record) hanya dilakukan dalam sekali bacaan (tidak ada face-2, hanya face-1 saja). Pada Total Station yang dipakai ada yang hanya mempunya face-1, sedangkan face-2 tidak tersedia tapi ada juga yang mempunya face-1 dan face-2 tetapi tepat dilakukan sekali bacaan tidak dialkuakan bacaan biasa dan luar biasa.

- Setelah selesai melakuka stake-out, kemudaian membidik front-side dengan target stik ring-pole (bukan menggunakan target yang diletakan di statif/kakaitiga).

Motode pengukuran diatas menghasilkan data dari lapangan langsung berupa koordinat, sehingga tidak perlu dilakukan pemrosesan data lagi, yang dilakukan hanya membandingkan antara koordinat teoritik dengan koordinat hasil pengukuran. Dikarenakan output data dari lapangan langsung berupa koordinat, sehingga sumua koordinat hasil pengukuran dari lapangan hampir sama dengan koordinat teoritiknya (karena metode yang dipakai memugkinkan untuk itu, dimana koordinat teoritik dimasukkan kemudian langsung dipanggil untuk di stake-out dan begitu posisi sudah pas langsung dilakukan perekaman dengan hasil koordinat langsung). Hal ini sangat rentan sekali untuk terjadinya line yang salah/melenceng karena pemrosesan raw data tidak dilakukan (tidak ada) dan juga tidak adanya kontrol/sunshot di lintasan tersebut. Kaidah utama Total Station sebagai alat ukur sudut dan jarak juga terabaikan.

Finaly, menurut pendapat pribadi hal tersebut kurang benar dan menurut kaidah disiplin ilmu Geodesi juga tidak dapat dikatakan benar karena tidak adanya kontrol yang jelas, tidak adanya pemrosesan data susut dan jarak yang detail, tidak adanya control kualitas data ukuran, tidak adanya koreksi-koreksi kesalahan pengukuran dan mungkin juga karena “tidak adanya – tidak adanya” yang laennya lagi. Apabila hal tersebut sudah benar-benar tejadi, apakah yang harus dilakukan sebagai seorang Geodet? Apakah harus melacurkan ilmunya?

Komentar (2) »

DO’A

Jum’at ke-3

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min 40:60)

Hampir semua aktivitas kita, selalu kita awali dengan do’a dan diakhir juga kita akhiri dengan do’a. sebegitu pentingkan sebuah do’a? ayat di atas sudah jelas sekali bahwa Allah akan mengabulkan do’a setiap umatNya yang mau memanjatkan do’a. Dengan do’a yang kita panjatkan, berarti umat isalm juga menjaga konsistensi dan mengakui betapa pentingnya Zat Yang Maha Kuasa, kita tidak akan memungkiri siapa diri kita dan siapa yang menciptakan kita serta apa tujuan hidup kita karena kita akan tetap sellalu meminta perlindungan dan petunjuk dari Allah swt.

Mengapa kita enggan berdo’a? seharusnya kita sebagai manusia biasa ini selalu dan sesering mungkin untuk melakukan/memanjatkan do’a, karena para Nabi juga selalu berdo’a meminta petunjuk dan perlindungan kepada Allah. Di bawah ini beberapa riwayat yang menggambarkan bahwa para Nabi juga memanjatkan do’a.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w. sudah melewati batas, karena itu Nabi mendoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang. Do’a Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai, karena kelaparan. Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah. Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka. Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan. Setelah Allah mengabulkan do’a Nabi, dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula; karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih. (Muqaddimah Surat Ad Dukhaan).

Do’a nabi Ibrahim a.s ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur. Do’a Nabi Ibrahim a.s. ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t. sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang. Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah s.w.t. sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail a.s., di dataran tanah Mekah yang tandus. (Muqaddimah Surat Ibrahim).

Nabi Zakaria a.s. berdo’a dan dikabulkan oleh Allah s.w.t., Do’a Nabi Zakaria a.s adalah beliau meminta dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi. (Muqaddimah Surat Maryam).

Allah Maha Segala-galanya. Apakah setiap do’a kita akan dikabulkan? Insya’allah do’a yang kita panjatkan akan terkabulkan tetapi perlu diingat, kapan terkabulkannya dan berupa apa yang terkabulkan itu hanya rahasia Allah s.w.t. Banyak sekali buku-buku yang membahas masalah do’a, kita dapat mempelajari adab dan tata cara berdo’a serta ucapan/lafal dari do’a tersebut.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah 2:186)

Komentar (2) »

INDIA PART-3 (Bomblass + Panas)

assam_tribune_11-april-2009Gimana ya kabar Pemilu di Indonesia? Pasti penuh dengan hingar-bingar kampanye, banyak artis-artis “hot” yang ikut mengguncang suasana kampanya plus dengan kemacetan yang bikin stress semua oaring. Trus siapa yang menang ya? Biarpun disini bisa dipantau lewat internet tapi fill-nya tetep gak dapat kalo gak merasakan sendiri hehehe. Di India juga sedang persiapan untuk mengadakan Pemilu, persiapan dan sambutan “yang luar biasa” dari semua unsure masyarakat India.

PERTAMA :

Semua aktivitas kegiatan Project Seismic IOT-SP01 libur, tidak ada aktivitas dilapangan samasekali. Semua kru diliburkan untuk menghadapi Pemilu tersebut. Padahal itu merupakan pengalihan dari sebuah permasalah di project yang dari waktu-kewaktu tak kunjung ada penyelesaiannya. Apa gerangan permasalah itu? Masih inget dengan tambahan satu S di HSE yang jadi HSSE? Ya… Security, permasalah pokok di lokasi project ini adalah security, semua orang sudah tahu bahwa itu merupakan persyaratan yang mutlak harus tersedia dengan jumlah yang mencukupi untuk dapat melakukan aktivitas pekerjaan dilapangan, tapi apa yang terjadi? Pengaturan personil security yang tidak jelas, baik dari management security tersebut maupun dari pihat management IOT (India Oil Tanking adalah kontraktor seismic disini). Jumlah personil security tidak sebanding dengan jumlah kru yang dipekerjakan sehingga ada kru yang tidak terkawal oleh security dan ujung-ujungnya tidak produksi. “Tidak produksi” sebuah kata yang sangat janggal terjadi di Indonesia, dan chief dept. yang tidak produksi tersebut siap-siap untuk disemprot oleh Party Chief, tapi kata kru tidak produksi di sini merupaka hal yang wajar terdengar, tidak ada action untuk mencari akar permasalah dari masalah itu, selalu saja alasan security tidak ada, kurang atau tidak ke lapangan, kalau tidak itu selalu menggunakan alasan alam, tadi malam atau kemren hujan deras dan jalan tidak bisa dilewati karena licin. Padahala factor-faktor itu adalah eksternal dari kegiatan project dimana seharusnya bisa diminimalisir sekecil mungkin. Kalau sudah tahu ada masalah seperti itu, trus apa peran orang-orang ELNUSA yang di kirim ke India? Hahahaha….. au ach elap.

KEDUA :

Saat ini India sudah masuk summer, cuaca sudah panas tidak seperti waktu pertama datang ke India dimana masih dingin banget, waktu itu biarpun matahari bersinar tapi cuaca dan suasana masih dingin sekali sampai untuk urusan mandi, sehari pun satu kali mandi sudah untung. Cuaca sudah dingin plus tidak ada kegiatan sama sekali, so keringat juga tidak keluar. Beda banget dengan sekarang, pagi hari pun sudah terasa “gerah” tidak beda dengan kondisi di Surabaya, apalagi disini ditambah dengan angin yang kering bikin kulit terasa kering dan bibir jadi kering dan pecah-pecah (wah kalo itu mungkin kurang vitamin C, vit. C = cium) hahahaha. Debu juga bertebaran dimana-mana, tidak tahu dari mana asalnya pokoknya si-dust ini selalu muncul dimana-mana sampai-sampai laptop pun harus dibersihakn minimal 2 hari sekali kalo tidak mau laptop-nya bisa buat nanam kacang karena debu dah tebel banget. Munkin itu berasal dari keringnya tanah disini ditambah dengan kondisi jalan yang belum diaspal padahal kondisi lalulintasnya “padat” mulai dari sapi, sepeda, otoricha (sejenis bemo atau bajai) sampai dengan truk melintasi kondisi jalan tersebut. Bagi yang alergi dengan debu siap-siap untuk bersakit-sakit dan bergatal-gatal ria.

assam_tribune_12-april-2009KETIGA :

Panasnya cuaca sekarang mungkin lebih panas kondisi politik disini, itulah yang kita kawatirkan sekarang ini (kita? loe kali, gua kagak). Di Koran local hampir setiap hari ada berita pengeboman, bahkan sudah sampai kontak terbuka salinga menembak antara “teroris” dengan tentara India. Korban yang jatuh juga sudah tak terhitung, baik yang luka-luka maupun yang meninggal. Parahnya lagi, semua tragedy itu kebanyakan terjadi di Assam, distrik/propinsi yang kita datangi untuk mengawasi kegiatan seismic ini. Bahkan tadi malam terdengar suara sirine yang lama sekali, katanya sih kalau suara sirine itu terdengar berarti sedang terjadi caos atau teroris sedang beraksi, tapi tidak tahu daerah mana dan siapan sasarannya. Perlu diketahui, posisi team Elnusa adalah di sebuah Hotel yang konon terbagus di kota, kota kecil itu namanya Lumding yang terletak di distrik/propinsi Assam yang letaknya di bagian timur Inida, daerah Assam inilah yang konon ceritanya tempat yang subur untuk tumbuhnya teroris atau gerakan separatis yang menentang pemerintahan. Tapi notabene, pemerintah India yang tahu itu semua tidak berusaha untuk menumpasnya, gak tahu apa gerangan maksudnya. Btw, dengan kondisi seperti ini dan jiwa muda yang masih meledak-ledak semoga kita tetap aman dan selamat kembali ke Indonesia, AMIN…. to be continue.

Komentar bertahan »

INDIA PART-2

menu-sarapanTidak ada kata-kata yang dapat mewakili kondisi pekerjaan yang sedang dilakukan disini. Marah, jengkel, kesal, dll yang rasanya pengen dilampiaskan, tapi pada siapa semua itu harus terlampiaskan??? Tidak ada hal atau pekerjaan yang sesuai dengan bayangan, hak dan kewajiban yang selayaknya didapatkan. Apakah ini yang namanya tidak bersyukur? Semua tetap harus kita syukuri tapi tidak selayaknya kita merekomendasikan semua itu. Intinya, India tidak seperti yang kita bayangkan.

Wokey, PERTAMA :

Gambaran seismic di India tuh mungkin seperti seismic yang dilakukan di Indonesia tahun 80 – 90an, jauh sekali dengan standart yang sekarang lazim dilakukan. HSE? Makanan apa tuh? Biasanya seismic selalu lekat dengan HSE, mungkin itu syarat utama dan bahkan sekarang ada yang mensyaratkan di kontrak bahwa HSE adalah persyaratan yang pertam harus disediakan dengan standart tertentu (bagus). Walaupun di sini namanya HSSE, ‘S’ yang satunya adalah Security (mungkin karena disini daerah konflik yaa). So namanya HSSE disini tidak berjalan secara maksimal (baca=tidak berjalan), mulai dari mobil+driver, APD kru/staff, Meeting, Induksi, Medic, dll semuanya kurang dan kalo boleh saya nilai mungkin nilainya 2 dari skala 10. Gimana, menghawatirkan? Belum ditambah dengan tidah adanya radio sebagai komunikasi, gimana ya kalo terjadi evakuasi atau penyanderaan kru?padahal disini kan daerah konflik. GILA, mungkin kata-kata yang tepat untuk menggambarkan semua ini.

kru-dinamiteKEDUA :

Managemen Tour, hehehe biar kayak di INA dech. Kita orang asing yang notabene sebagai superviser yang fungsinya untuk mengontrol kinerja mereka, tapi dalam kenyataanya susah sekali mengimplementasikannya. Terbatas dalam hal komunikasi karena seringnya menggunakan bahasa asli bukan bahasa inggris, tidak mudah untuk “masuk” ke lingkup pekerjaannya, orang yang diberitahu sering “ngeyel”, tidak dapat pergi kelapangan untuk mengidentifikasi masalah yang ada karena alasan security , dll. Tanpa adanya supervise sebenarnya sudah bisa berjalan, karena tenaga kerjanya merupakan orang–orang yan sudah experience semua dan banyak yang sudah bergabung dengan perusahaan-perusahaan seismic kelas dunia. Pendidikannya juga banyak yang S2 atau bahkan doctor tapi itu semua menurut informasinya, tidak tahu seberapa kebenarannya ditambah juga tidak tahu seberapa kualitas dari gelar-gelar itu semua. Memang mereka bergelar dan ber experience tapi kemungkina mereka Cuma sebagai eksekutor dilapngan (pekerja) karena management yang diterapkan dalam mengelola sebuah kru seismic sangat minim sekali bahka untuk menjaga kualitas dari datanya yang akan dihasilkan, saya meragukannya untuk mendapat hasil yang maksimal. Ini dikarenakan terlalu banyak tahapan-tahapan pekrjaan yang bisa dikatakna “salah” dan terlalu banyak “dimainkan” dalam proses pmngerjakannya.

KETIGA :

Kamar 3 x 5, semua aktivitas setiap hari lebih banyak dihabiskan dalam kotak yang ukurannya cuma segitu, bayangkan kalo sampe itu tejadi lebih dari 2 bulan. Pasti yang ada di Indonesia pada teriak-teriak. Itulah pentingnya sebuah arti kebebasan, bebas berkativitas maupun bebas berkarya, kalo lebih ektrim-nya “pembunuhan karakter” hahahha kayaknya bombastis sekali yaa…. Belum lagi service yang diberikan oleh Hotel tidak selayaknya dan sepantasnya kita dapatkan (menurut saya pribadi) jauh sekali dengan staging Elnusa yang notebane ada ditengah hutan. Menu makanan setiap hari hanya itu-itu aja dank e-halal-annya diragukan, tidak bisa keluar hotel seenaknya tapi harus ada yang menemani karena alasan keamanan, tidak adanya ruangan khusus bagi setiap departemen (saya bilang kantornya kayak kadang aja, semua numpuk disitu n kalo bicara teriak-teriak), bahkan cuci baju juga sendiri nih karena kita takut gak bersih & datangnya lama banget. Semua peralatan yang kita perlukan “belum” disediakan dengan berbagai macam alasan, dll. Dengan segala keterbatasan itu, apa yang kira-kira dapat kita hasilkan? Pekerjaan apa yang bisa kita maksimalkan? Apakah kita harus bersyukur atau meminta “hak” kita? Dan apakah motivasi kita untuk melakukan hasil yang “maksimal” itu? Masih banyak sekali pertanyaan yang ada dibenak ini, tapi intinya kita harus bisa menyikapi semua ini dengan dewasa, kepala dingin dan tidak emosi, pasti ada banyak pelajaran dan hikmah dari semua yang terjadi. So…. akhirnya toh juga bisa belajar nulis, biarpun masih gelepotan dan acak kadut gak karuan…. to be continue.

Komentar (1) »