Arsip untuk April, 2008

Wahai Asma… Baktimu Pada Suamimu Sungguh Mengagumkan!

(ditulis oleh Ummu Raihanah)
Thursday, 10 November 2005
Pernikahannya dengan Zubair bin Awwam radhiyallahu anhu tidaklah bermandikan harta , apalagi rumah mewah beserta segala isinya atau budak-budak yang siap melayani keperluannya.Jauh dari itu semua, bahkan serba kekurangan. Mungkin engkau tidak akan bisa membayangkan bagaimana tabah dan sabarnya Asma radhiyallahu anha dalam menghadapi kesulitan hidupnya. Padahal suaminya tidak berharta, bukanlah orang kaya yang berpangkat.Apa yang ia punya hanyalah seekor kuda.Akan tetapi itu semua tidaklah mengurangi rasa hormat dan baktinya pada suaminya tercinta. Ia senantiasa berusaha taat dan berusaha menjaga keridhaan suaminya Zubair. Asmalah yang merawat kuda suaminya. Jemari tangannya kasar karena harus menumbuk gandum untuk dijadikan tepung,mengusung kurma yang telah dipotong Rasulullah kemudian mengangkutnya diatas kepalanya dengan berjalan kaki yang lumayan jauh jaraknya.Adakah Asma mengeluh atas itu semua??
Itu bukanlah karakter dan sifatnya, engkau tahu ya ukhti siapa ayahnya?? Dan siapa saudarinya?? Ayah dan saudarinya adalah orang yang paling dicintai Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Tak salah bila Asma memiliki keutamaan karena lahir dan hidup dibawah bimbingan ayahnya Abu Bakar Ash-shiddiq manusia yang paling jujur diatas muka bumi ini.

Duhai Asma, engkau adalah wanita yang mulia baktimu pada suamimu sungguh mengagumkan wajib di tiru dan diamalkan wanita-wanita muslimah yang sangat mengharapkan pahala dan keridhaan Allah Azza wajalla.

Berapa banyak saudarimu ini yang sangat mengharapkan hidup mulia dan jauh dari kesulitan hidup dengan menikah. Berapa banyak para wanita bermimpi bahwa dengan menikah segala kesulitan hidup akan teratasi? Berapa banyak para wanita mengharapkan kemudahan hidup dari suaminya? Berapa banyak wanita yang mengeluh karena tidak mendapatkan apa yang mereka impikan setelah menikah? Berapa banyak para gadis mengharapkan “sang pangeran” menjemputnya dengan kendaraan mewah dan rumah megah? Impian-impian yang indah terbuai dengan kehidupan para artis dan selebritis juga wanita-wanita barat kafir yang sengaja di ekspos media masa untuk menipu para wanita muslimah. Meninabobokan mereka dengan gaya hidup mimpi, cerita dongeng cinderlela dan lain-lainnya.

Jauh sangat jauh dari alur hidupmu wahai Asma, kisahmu membuat kami tercengang dan terbukalah mata hati kami ini. Engkau adalah embun penyejuk bagi hati yang gersang ini, yang sangat membutuhkan siraman hidayah agar kami ridha dengan apa yang telah Allah berikan kepada kami, yaitu suami yang shalih yang senantiasa berharap dari kami kebaikan dan bakti kami untuknya.

Kisahmu bukanlah kisah picisan yang dibuat-buat untuk membuat para pembaca terhibur dan melayang melambung jauh dalam alam khayalan dan mimpi. Kisahmu adalah kenyataan hidup yang engkau jalani dan alami, betapa beratnya hidup ini harus dijalani dengan keikhlasan dan keredhaan. Betapa pandainya engkau menjaga hati suamimu, engkau menyadari kecemburuannya. Engkau menyadari dan tahu betul ketidak sukaan Zubeir bila engkau menerima tawaran Rasulullah untuk ikut naik menunggang onta di belakangnya.Maka engkau berusaha menjauhinya.Karena satu yang engkau inginkan, yaitu engkau menginginkan keridhaan suamimu dengan demikian engkau berhak mendapatkan keredhaan pemilik langit dan bumi ini.Dan, memang engkau telah mendapatkannya wahai Asma. Selamat untukmu !!

Wahai ukhti muslimah, wahai para istri yang diamanahi suami oleh Rabbmu simaklah kisah Asma berikut ini :
Asma berkata:”Zubair telah menikahiku sedangkan dia tidak mempunyai kekayaan dimuka bumi, dan juga yang lainnya selain seekor kuda, dan aku senantiasa memberikan makan kudanya, mencukupi persiapan makanannya, dan mencarikan rumput untuk kudanya, serta menumbuk biji kurma untuk makan kudanya, juga mengambil air dan memperbaiki ember tempat minumnya,serta menumbuk gandum untuk membuat roti, karena aku kurang mahir membuat roti maka beberapa orang tetanggaku dari wanita-wanita Anshar yang membuatkan roti untukku. Mereka ini semua adalah wanita yang jujur (baik). Kata Asma: Aku juga menjunjung (mengusung) buah kurma di atas kepalaku dari kebun yang dijatahkan Rasulullah kepada Zubair sejauh dua pertiga farsakh (sekitar 2 km). Asma berkata: Pada suatu hari aku pulang dengan mengusung buah kurma diatas kepalaku, kemudian aku bertemu dengan Rasulullah shalallahu alihi wassalam beserta beberapa orang sahabat beliau, lalu Rasulullah memanggilku. Beliau berucap: ikh, ikh,(menyuruh ontanya berlutut) untuk membonceng dibelakang beliau. Kata Asma (ketika bercerita kepada suaminya): Aku merasa malu dan aku mengerti bahwa engkau adalah pencemburu. Suaminya menjawab: Demi Allah, sungguh engkau mengusung kurma diatas kepalamu adalah lebih aku sukai daripada kamu naik onta bersama Rasulullah”
Asma berkata: Setelah peristiwa itu, Abu Bakar (ayahku) mengirimkan seorang pelayan sehingga aku tidak lagi turut mengurus kuda dan aku terbebas dari kerja berat. ( HR.Muslim no.1436 , Bukhari no.4973 lihat pula Fathul Bari jilid 10/400 hadits no.5224)

Kisahmu tertulis indah,… dengan tinta emaspun rasanya tidak akan cukup karena kesabaran dan ketabahanmu akan selalu dikenang sepanjang masa hingga hari akhir bagi para wanita-wanita muslimah yang berusaha untuk memberikan pengabdian yang sebaik-baiknya bagi suami mereka karena mengharapkan keridhaan Allah semata.Wallahu a’alam bishshawwab.

Sydney, 10 November 2005

Bahan Rujukan:
Fathul Baari,juz 10, Ta’liq Syaikh Ibnu Baaz, Daarul Fikr, Beirut, Lebanon.
Ringkasan Shahih Muslim,Pustaka Amani, Jakarta.
Tarjamah Shahih Bukhari, Asy-Syifa, Semarang.

Komentar bertahan »

Istriku kelak ingin bekerja…

jilbab_kartun.jpgAssalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh…. Bismillahirohmannirohim

“Dan hendaklah kamu (para wanita) tetap di rumahmu[1] dan janganlah kamu  berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[2] dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait[3]  dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-ahzab : 33)

[1]. Maksudnya: Isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. Perintah ini juga meliputi segenap mukminat.
[2]. Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.
[3]. Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w.

Calon istrikun meminta ijin untuk bekerja setelah menikah… Sebuah dilema apabila kita dihadapkan pada permasalahan tersebut, dengan berbagai macam alasan dan argumentasi akan diutarakan kalau seorang istri pengen tetap bekerja. Bukannya menjadi seorang ibu rumahtangga juga bekerja? bahkan pekerjaan tersebut sangat mulia, mengasuh putra-putri serta melayani seorang suami, dan hal tersebut merupakan sudah menjadi kodrat seorang muslimah.

Mengapa seorang istri pengen bekerja keluar rumah? Itu yang harus ditelusuri terlebih dahulu, apa ingin mencari penghasilan, pengen menghilangkan rasa bosan dan mencari kesibukan, pengen bersosial dengan sesamanya karena manusia merupakan makhluk sosial, dll. Menurut saya pribadi semua alasan yang mendasari itu hanya satu yaitu ingen mendapatkan penghasilan (uang), semua alasan yang mucul selain itu adalah sekedar akal-akalan saja untuk menguatkan argumentasi bahwa istri juga mempunyai rasa kebebasan dalam bermasyarakat.

So…. apabila “hanya” sekedar pengen mencari penghasilan tambahan apa harus kerja menjadi wanita karier yang notabene harus sering keluar rumah? apakah tidak ada cara lain? apakah tidak ada lapangan pekerjaan yang laen? insya’allah di bumi Allah ini terhampar rizki yang melimpah ruah. Untuk menjawab pertanyaan diatas tersebut pasti akan dijawab “banyak”, tetapi pasti akan muncul argumen yang laen, belum siap menciptakan lapangan kerja sendiri, tidak ada modal, tidak punya bakat berwiraswasta, dll. Bukannya semua perbuatan itu tergantung dari niatnya, jadi kita bisa menarik kesimpulan sendiri.

Banyak pendapat mengenai seorang istri yang harus bekerja di luar rumah, ada yang melarang dan ada juga yang membolehkan dengan menggunakan syarat-syarat tertentu. Pendapat yang mendukung bahwa istri boleh bekerja diluar rumah seperti ; Khadidjah ra. adalah seorang pebisnis, Aisyah ra tokoh masyarakat dan iku tperang jamal, dan wanita punya hak untuk memiliki harta sendiri. Sedangkat pendapat yang menolak istri untuk bekerja yaitu : Firman Allah surat Al-ahzab ayat 33 seperti yang disebutkan di atas, dan Hadist Rasullah SAW. bahwa wanita itu tidak boleh keluar rumah karena akan menimbulkan fitnah “Wanita itu adalaha aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya”. diriwayakan oleh At-Tirmizy marfu’an. Bahkan saya juga pernah membaca, kalu seorang wanita dilarang untuk pergi sholat berjama’ah di masjid apabila dengan keluarnya dari rumah tersebut akan menimbulkan fitnah.

Apabila istri tetap harus bekerja diluar rumah, maka ada syarat dan adabnya.

Keterpaksaan (darurat) dilihat dari segi keurgensiannya. Oleh karena itu apabila seorang perempuan terpaksa harus bekerja di luar rumahnya, maka dia haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Berhijab (Mengenakan Pakaian yang Menutup Aurat ).  “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
keseluruh tubuh mereka”(QS Al Ahzaab 27)

2. Tidak memakai parfum.  “Setiap mata laki-laki (yang memandang perempuan yang bukan mahramnya dengan disertai syahwat) adalah mata yang berzina. Dan seorang perempuan yang telah memakai parfum lalu melewati suatu majelis (laki-laki), maka ia adalah perempuan seperti ini dan seperti itu, yaitu perempuan yang berzina.” (HR. Tirmidzi )

3. Pelan-pelan dalam berjalan agar suara alas kakinya tidak terdengar. Allah subhanahuwata’ala berfirman:
“Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. “            (An-Nuur: 31) 
Dimasa kita ini, kita diberi cobaan berupa sepatu atau sandal dengan hak tinggi. Kita akan mendapati bila wanita  memakainya, sandalnya bersuara. Terkadang dia berjalan dengan genit. Benarlah Nabi shallallahu’alaihi wasallam tatkala bersabda: “Wanita adalah aurat, jika dia keluar, setan mengintainya.”  (HR.Tirmidzi)

4. Jika di berjalan bersama saudarinya dan di dekatnya ada laki-laki, maka janganlah dia berbicara dengan saudarinya itu. Hal ini bukan berarti bahwa suara wanita adalah aurat. Tetapi ketika laki-laki mendengar suara wanita, terkadang suara itu akan mengantarkannya kepada fitnah.

5. Meminta izin suaminya jika dia telah bersuami, atau walinya jika dia belum bersuami.

6. Jika jaraknya adalah jarak safar, maka dia tidak boleh keluar kecuali bersama mahramnya.
“Tidak boleh seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari)

7. Tidak berdesak-desakan dengan laki-laki walaupun ketika melaksanakan thawaf dan sa’i. Jika engkau mampu melaksanakannya tanpa harus berdesakan, maka lakukanlah.

8. Menghiasi diri dengan sifat malu.

9. Menundukkan/menjaga pandangan.

10. Tidak melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, jika dia bermaksud tabarruj (menampakkan perhiasannya) dengan itu. “Wanita manapun yang melepas pakaiannya di selain rumah suaminya, maka sungguh dia telah merobek penutup antara dia dan Allah.” Hadits shahih diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu’anha dalam Musnad Ahmad.

Alangkah beruntungannya seorang suami yang mendapatkan istri yang patuh dan taat kepada suaminya, dimana seorang istri bisa mendapatkan penghasilan dengan tidak meninggalkan dan melanggar kodratnya serta bisa menjadi panutan bagi putra-putrinya, bisa menetramkan hati suaminya ketikan sedang beramarah dan bisa mengingatkan suaminya ketika sedang medapatkan nikmat yang berlibahn dari Allah SWT.

Wassalam

Disadur dari berbagai sumber : http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/saudariku-ada-surga-di-rumahmu%e2%80%a6/ http://groups.google.co.id/group/mediamusliminfo/msg/68c0394998d02530? http://ikhwah.informe.com/adab-adab-wanita-keluar-rumah-dt234.html http://wanita.wordpress.com/2007/08/08/test/ 

Komentar bertahan »