Arsip untuk Islami

Kiblat

Jum’at ke-4

kabah1Kenapa kita sholat harus menghadap kiblat? Apakah Allah swt. hanya ada disana? Apakah kita menyembah ka’bah selayaknya umat-umat lain yang menyembah patung dan berhala?, TUNGGU DULU… BEDA !!! umat islam jelas beda dengan mereka yang menyembah patung dan berhala.

“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia[444], dan (demikian pula) bulan Haram[445], had-ya[446], qalaid[447]. (Allah menjadikan yang) demikian itu agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Maa’idah 5:97)

[444]. Ka’bah dan sekitarnya menjadi tempat yang aman bagi manusia untuk mengerjakan urusan-urusannya yang berhubungan dengan duniawi dan ukhrawi, dan pusat bagi amaln haji. Dengan adanya Ka’bah itu, kehidupan manusia menjadi kokoh

[445]. Arti bulan haram, maksudnya ialah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu

[446]. Ialah: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke Ka’bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji

[447]. Dengan penyembelihan had-ya dan qalaid, orang yang berkorban mendapat pahala yang besar dan fakir miskin mendapat bagian dari daging binatang-binatang sembelihan itu.

Qiblat (Ka’bah) merupakan pusat kegiatan bagi umat islam, bahkan ada yang menjelaskan/mengibaratkan secara ilmu bahwa di ka’bah merupan tempat dimana sinyal (seperti hp) yang paling kuat untuk tersampaikan pesan (do’a) kepada Allah. Itu bisa dilihat pada musim haji, sekian banyak orang berkumpul dan bermunajat kepada sang Pencipta.

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (QS Al- Baqarah 2:144)

Jangan ragu lagi kearah mana dalam melakukan ibdah sholat, kiblat dengan ka’bahnya merupakan panduan arah yang sudah jelas dan pasti benar. Sebelum Sholat, bernudhu dengan sempurna, betulkan arah kiblat, khusyu’ dan tumakninah-lah. Karena sholat merupan tiangnya agama Islam.

Komentar bertahan »

DO’A

Jum’at ke-3

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min 40:60)

Hampir semua aktivitas kita, selalu kita awali dengan do’a dan diakhir juga kita akhiri dengan do’a. sebegitu pentingkan sebuah do’a? ayat di atas sudah jelas sekali bahwa Allah akan mengabulkan do’a setiap umatNya yang mau memanjatkan do’a. Dengan do’a yang kita panjatkan, berarti umat isalm juga menjaga konsistensi dan mengakui betapa pentingnya Zat Yang Maha Kuasa, kita tidak akan memungkiri siapa diri kita dan siapa yang menciptakan kita serta apa tujuan hidup kita karena kita akan tetap sellalu meminta perlindungan dan petunjuk dari Allah swt.

Mengapa kita enggan berdo’a? seharusnya kita sebagai manusia biasa ini selalu dan sesering mungkin untuk melakukan/memanjatkan do’a, karena para Nabi juga selalu berdo’a meminta petunjuk dan perlindungan kepada Allah. Di bawah ini beberapa riwayat yang menggambarkan bahwa para Nabi juga memanjatkan do’a.

Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w. sudah melewati batas, karena itu Nabi mendoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang. Do’a Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai, karena kelaparan. Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah. Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka. Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan. Setelah Allah mengabulkan do’a Nabi, dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula; karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih. (Muqaddimah Surat Ad Dukhaan).

Do’a nabi Ibrahim a.s ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur. Do’a Nabi Ibrahim a.s. ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t. sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang. Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah s.w.t. sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail a.s., di dataran tanah Mekah yang tandus. (Muqaddimah Surat Ibrahim).

Nabi Zakaria a.s. berdo’a dan dikabulkan oleh Allah s.w.t., Do’a Nabi Zakaria a.s adalah beliau meminta dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi. (Muqaddimah Surat Maryam).

Allah Maha Segala-galanya. Apakah setiap do’a kita akan dikabulkan? Insya’allah do’a yang kita panjatkan akan terkabulkan tetapi perlu diingat, kapan terkabulkannya dan berupa apa yang terkabulkan itu hanya rahasia Allah s.w.t. Banyak sekali buku-buku yang membahas masalah do’a, kita dapat mempelajari adab dan tata cara berdo’a serta ucapan/lafal dari do’a tersebut.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah 2:186)

Komentar (2) »

SIAPAKAH WANITA TERPILIH ITU?

Jum’at ke-2

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar Ruum 30:21)

pernikahanMenikah merupakan kodrat manusia, bahkan bagi yang sudah mampu melakukannya hukumnya adalah wajib. Menikah juga merupakan sunnah Rosul dan merupak “separuh” dari agama. So, untuk mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan, bagi seseorang yang sudah mampu mengapa menunda untuk menikah!!! Sebelum mengambil keputusan untuk menikah, bagi cowok tentu mempunyai kriteria seperti apakah calon istrinya nanti. Dari beberapa sumber akan di uraikan sedikit tentang kriteria istri yang insya’allah akan memberikan kebahagiaan dunia akhirat.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.

Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)

Berdasar pada pedoman hadist dana ayat diatas, maka kita harus mengutamakan dalam sisi agama dari seorang wanita yang akan menjadi calon istri. Selain TAAT BERAGAMA beberapa hal yang harus diutamakan seperti :

1. Mentaati Suaminya.

Jika wanita mentaatinya suaminya selain kemaksiatan kepada Allah, maka ia termasuk penghuni Surga, insya allah.

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Anas bin Malik Radiallahu Anhu, bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Maukah aku khabarkan kepada kalian tentang kaum pria kalian yang berada di surga?” Kami menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda:”Nabi berada di Surga, ash-Shidiq berada di surga, orang yang mengunjungi saudaranya di sudut negeri hanya semata-mata karena Allah berada di Surga?” Kami menjawab:”Wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Wanita yang pengasih dan subur (banyak anak)-yakni sayang kepada suaminya dan mentaatinya serta banyak melahirkan anak-. Jika suaminya marah atau dibuat kesal olehnya, maka ia mengatakan:’Ini tanganku di tanganmu, aku tidak akan tidur sampai engkau  ridha.” (HR. Malik, dikuatkan oleh Syaikh al-Albani)

Dalam hadist yang lainnya Nabi Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang subur, besar cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita, mengurus keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, membentengi dirinya dari laki-laki lain, mau mendengar ucapan suami dan menaati perintahnya, dan bila bersendirian dengan suaminya ia pasrahkan dirinya pada kehendak suaminya, serta tidak berlaku dingin kepada suaminya.” (H.R. Thusy)

2. Membantu Suaminya Untuk Mentaati Allah

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, ia mengatakan, “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam untuk mengerjakan sholat lalu membangunkan istrinya sehingga dia sholat. Jika isterinya menolak, maka dia memercikan air kewajahnya. Dan semoga Allah merahmati pula wanita yang bangun malam untuk mengerjakan sholat lalu membangunkan suaminya sehingga sholat. Jika menolak maka dia memercikkan air ke wajahnya.”

(HR. An-Nasai, Abu dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Al-hakim)

3. Berahlak Mulia

Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu: Ceria, pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur. Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba). Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri suaminya yang lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari satu. Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya.” (HR. Muslim 4/157)

Ibnu Ja’dabah berkata

“Ditengah kaum Quraisy ada seorang pria yang berahlak buruk. Tetapi tangannya suka berderma, dan dia orang yang berharta. Bila dia menikahi wanita, dipastikan dia akan menceraikannya karena ahlaknya yang buruk dan kurangnya ketabahan istrinya. Kemudian dia meminang seorang wanita Quraisy yang berkedudukan mulia. Ia telah mendapatkan kabar tentang keburukan ahlaknya. Ketika mahar  diputuskan diantara keduanya, pria ini berkata:’Wahai wanita, sesungguhnya pada diriku terdapat ahlak yang buruk dan itu tergantung dari ketabahan, jika engkau bersabar terhadapku (maka kita lanjutkan pernikahan ini), namun jika tidak, maka aku tidak ingin memperdayamu terhadapku.’ Wanita ini mengatakan : ‘Sesungguhnya orang yang ahlaknya lebih buruk darimu ialah orang yang membawamu kepada ahlak yang buruk.’ Akhirnya wanita ini menikah dengannya, dan tidak pernah ada kata-kata cerai hingga kematian memisahkan mereka.” (Ahkaamun Nisaa’, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah hal.82)

4. Memelihara Hijabnya.

Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan hal-hal berikut: Harus minta izin suami, Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya, Tidak memakai wangi-wangian, Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar’i atau keperluan yang sangat mendesak.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda,

“Siapapun wanita yang mengasapi dirinya dengan pedupaan (sebagai parfum), maka janganlah ia mengikuti shalat isya yang terakhir bersama kami.”

(HR. Muslim, an-Nasai, Abu dawud, dan Ahmad) Dalam Riwayat Ahmad

“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melintas dihadapan orang-orang agar mereka mencium aromanya, maka dia adalah pezina.”

(HR. At-Tirmidzi, an-Nasai, Abu dawud, Ahmad, ad-Darimi dishaihkan syaikh al-Albani)

Tidak melepaskan pakaiannya selain dirumahnya, dan senantiasa selalu memelihara hijabnya di luar rumah dan di depan orang-orang asing yang bukan muhrimnya.

Dari Aisyah Radiallahu Anha, dari nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, beliau bersabda :

“Wanita manapun yang menanggalkan pakaiannya di selain rumahnya, maka dia telah menyingkap tabir antara dirinya dengan Allah.” (HR Tirmidzi, Abu dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

dari Ummu Salamah Radhiallahu Anha, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda

“Wanita manapun yang menanggalkan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah merusak tirai Nya darinya.”(HR. Ahmad)

Dia boleh menanggalkan pakaiannya jika merasa aman bahwa orang-orang asing tidak melihatnya, di tempat orang yang dipercayainya, dimana mereka mengetahui ketentua-ketentuan Allah, tidak melihat aurat muslimah dan tidak pula memperlihatkan kepada seseorang.

Allah berfirman

“Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera sauda-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” (QS. An-Nuur:31)

5. Penyabar dan Tidak Bersedih

Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11:

“Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlaj aku dari Fir’aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim’”. (Q.S. At-Tahriim 66:11)

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia menuturkan:

“Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: ‘Bukan termasuk golonganku orang yang menampar pipi dan merobek saku baju serta berseru dengan seruan jahiliyyah (ketika mendapat musibah).” (HR. Bukhari, Muslim, Tarmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad)

6. Amanah

Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa’ ayat 34:

“…Oleh sebab itu, wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara (dirinya dan harta suami) ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya…” (Q.S. An-Nisaa’ 4:34)

7. Perangai dan Kata-katanya Menyenangkan

Disebutkan dalam Hadits berikut:

“Tiga hal keberuntungan yaitu: istri yang shalih; kalau engkau lihat, menyenangkanmu; dan kalau engkau pergi, engkau merasa percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda penurut lagi cepatlarinya, yang dapat membawamu menyusul teman-temanmu; dan rumah besar yang banyak didatangi tamu. Tiga hal kesialan yaitu: istri yang kalau engkau lihat, menjengkelkanmu, ucapannya menyakiti kamu, dan kalau engkau pergi, engkau merasa tidak percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda yang lemah; jika engkau pukul, bahkan menyusahkanmu; dan kalau engkau biarkan, malah tidak dapat membawamu menyusul teman-temanmu; serta rumah yang sempit lagi jarang didatangi tamu.” (H.R. Ahmad. Hadits yang semakna dengan ini riwayat oleh Thabarani, Bazzar dan Hakim)

8. Subur dan Besar Kasih Sayangnya kepada Anak Kecil

Disebutkan dalam Hadits berikut:

“Kawinlah dengan perempuan pecinta lagi bisa punya anak banyak (subur) agar aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak di hadapan para nabi pada hari kiamat nanti.” (H.R. Abu Dawud dan Nasa’i)

Dalam Hadits berikut disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Wanita yang paling baik yaitu yang pandai mengendarai unta. Wanita Quraisy yang terbaik yaitu yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil dan panda mengurus harta suaminya yang sedikit (miskin).” (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

9. Perawan (memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah).

Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Jabir ketika beliau kembali dari perang Dzatur Riqa’:

“Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?” Saya menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Sabdanya: “Dengan janda atau perawan?” Saya menjawab: “Janda.” Sabdanya: “Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?” Saya menjawab: “Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang ‘mumpuni’, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.” Sabdanya: ” Engkau benar, insya Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

10. Dari Lingkungan yang Baik

Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Jauhilah olehmu khadraauddiman!” Rasulullah ditanya: “Wahai Rasulullah, apakah khadraauddiman itu?” Sabdanya: “Wanita cantik di lingkungan yang buruk.”(H.R. Daraquthni, Hadits lemah).

Dari kriteria-kriteria diatas pasti memungkinkan untuk bertambah lagi karena setiap individu pasti memiliki keinginan yang berbeda-beda tetapi dengan kreteria yang telang tersebutkan diatas insya allah merupakan panduan yang bisa dijadikan referensi. Tentunya juga tidak ada manusia (wanita) yang sempurna dan tidak memungkin untuk dapat memenuhi semua kriteria yang diinginkan, kita harus menyadari bahwa semua kekurangan dan perbedaan bukan berati membawa kejelekanda kehancuran. Kita sering dengar bahwa, dengan keperbedaan yang nantinya muncul akan dapat menjadi kelebihan dari pasangan yang bisa mengelola dan memanfaatkannya secara maksimal dan terarah dari perbedaan tersebut.

Apabila membahasan kriteria utama yang harus didapatkan dari calon istri makan ada pula hal-hal atau sifat-sifat yang harus dihindari dari calon istri seperti yang telah di riwayatkan dibawah ini ;

Seorang arab mengabarkan kepada kita tentang wanita yang sebaiknya dijauhi dan tidak dikawini, yaitu wanita yang ananah, mannanah, hannanah, haddaqah, barraqah, dan syaddaqa.

Annanah, ialah wanita yang banyak merintih, mengeluh serta memegang kepalanya setiap saat. Sebab, menikah dengan orang yang sakita atau pura-pura sakit tidak ada manfaatnya

Mannanah, ialah wanita yang suka mengungkit-ungkit (kebaikannya) dihadapan suaminya, dengan mengatakan:”Aku telah melakukan demikian dan demikian karenamu.”

Hannanah, ialah wanita yang senantiasa rindu kepada suaminya yang lain (yang terdahulu) atau anaknya dari suami yang lain.

Haddaqah, ialah wanita yang memanah segala sesuatu dengan matanya lalu menyukainya dan membebani suamai untuk membelinya.

Barraqah, mengandung dua makna:

  • Wanita yang sepanjang hari merias wajahnya agar wajahnya menjadi berkilau dengan cara meriasnya.
  • Marah terhadap makanan. Ia tidak makan kecuali sendirian dan menguasai bagiannya dari segala sesuatu.

Dan Syaddaqah, ialah wanita yang banyak bicara. (Al Ihyaa’ (IV/712-713)

Diatas merupakan rangkuman dari beberapa sumber dan artikel, semoga dapat termanfaatkan secara maksimal. Semoga kita mendapatkan istri yang sesuai dengan kriteria islami yang dapat membawa kebahagian dunia dan akhirat, AMIN… Apabila ada kesalahan, itu semua datangnya dari penulis semata dan kebenaran datangnya dari Allah SWT. Dan buat adikku yang akan menjalani babak kehidupan yang baru, semoga ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk dirinya, selalu dalam ridho-NYA dan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat dari pilihannya, AMIN…

Komentar bertahan »

MAAFKAN AKU…

(Jum’at ke-1)

“Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nahl 16:119)

Ampun atau maaf merupakan sebuah ungkapan yang sudah sering dan biasa kita dengar, tapi bagaimana dengan meminta ataupun memberikan maaf?. Perlu disadarai bahwa manusia merupakan tempatnya salah dan dosa, tidak aka ada seorangpun yang luput dengan namanya dosa atau salah. Entah itu dosa/salah kepada Allah dengan meninggalkan perintah dan atau melakukan apa yang dilarang-NYA, ataupun salah yang kita lakukan dengan sesama manusia baik yang kita sadari atau pun yang tidak kita sadari.
Secara prinsip, manusia jarang sekali melakukan kesalahan itu disengaja karena semua manusia pasti tahu perbuatan apa yang dilakukannya apabila tetap melakukan hal yang salah tersebut pasti karena adanya “hal” yang diluar akal manusia, entah itu apa! mungkin hanya orang itu sendiri yang tahu dan Allah swt. Apabila seseorang melakukan perbuatan dosa, pasti tahu dengan resiko dan akibat yang ditimbulkannya juga.
So, bagaimana apabila kita melakukan dosa atau kesalahan? Pasti gampang sekali jawabnya, minta maaf dan ampunan. Mungkin hal itu sangat mudah sekali dibayangkan atau diucapkan tetapi apakah mudah melaksanakan dengan benar-benar tulus iklhas? terlebih dengan orang yang diminta memaafkannya, mungkin hanya di mulut saja memaafkan tetapi dalam hati tetap menyimpan “sesuatu” yang mengganjal. Allahu alam, hanya Allah Yang Maha Mengetahui.
Semua kesalahan harus kita pertanggungjawabkan baik kepada Sang Pencipta ataupun kepada orang yang kita dholimi. Sepantasnya kita memohon ampunan dan meminta maaf dengan sebenar-benarnya dengan maksud tidak akan mengulangi lagi (taubat). Dalam meminta maaf ini kadang sangat mudah terucap ataupun ada rasa gengsi terhadap orang yang akan dimintain maaf tersebut, semua itu harus kita tiggalkan dan buang jauh-jauh untuk tetap memperikat silaturahmi.
Bagaimana dengan paihak yang memberi maaf? Kemungkinan yang sering terjadi, apabila kesalahan dianggap kecil atau tidak seberapa, pasti dengan mudah saja memberikan ampunan/maaf tetapi bagaimana dengan sebuah kesalahan yang dianggap “tidak bisa” dimaafkan? pasti sangat sulit untuk memberikan maaf tersebut, padahal kita tahu bahwa tangan di atas lebih baik dari pada tangan dibawah. Sebaiknya orang yang bersalah tetap berusaha meminta maaf dengan sungguh-sungguh, ini dapat diulangi sampai tiga kali dan tentunya dengan adanya jeda waktu tertentu. Insya’allah kesalahan dimaafkan (setidaknya diampuni oleh Sang Pencipta) apabila kita telah tiga kali meminta maaf tapi tetap tidak dimaafkan dan tentunya meminta maaf dengan sungguh-sungguh menyadari kesalahan dan tidak mengulanginya.
Pemurah hati dan memberi maaf merupakan suatu yang gampang terucap tapi susah teraplikasinya, naïf sekali sebagai manusia biasa tempat salah dan dosa tapi tidak mau saling memaafkan. Allahu’alam…. Allah Maha Segalanya dapat memberikan ampunan dosa yang teramat besar (kecuali menyekutukan-Nya) tetapi manusia yang lemah saja tidak mau memberikan maaf. Semoga kita tergolong menjadi orang yang sedikit melakukan kesalahan, orang yang cepat menyadari kesalahan dan sesegera mungkin meminta maaf dan ampunan serta menjadi orang yang mudah memberikan maaf sebelum yang berbuat salah memintanya, amin……
Maafkan semua kesalahanku Ibu, adik-adikku, keluarga besarku, teman-teman dekatku, tetanggaku, teman-teman seperjuanganku, temen-teman lamaku, teman-teman kerjaku dan semua orang yang merasa telah ter-dholimi oleh segala tingkah laku dan perbuatanku. Aku merupakan manusia biasa yang lemah dan kecil di bandingkan dengan-Nya, manusia tempatn salah dan dosa. Aku sadar semua itu mungkin tidak aku sengaja, adaikan disengaja pasti maksudnya tidak untukmaaf menyakiti dan men-dholimi. Maafkan aku…

Komentar bertahan »

Wahai Asma… Baktimu Pada Suamimu Sungguh Mengagumkan!

(ditulis oleh Ummu Raihanah)
Thursday, 10 November 2005
Pernikahannya dengan Zubair bin Awwam radhiyallahu anhu tidaklah bermandikan harta , apalagi rumah mewah beserta segala isinya atau budak-budak yang siap melayani keperluannya.Jauh dari itu semua, bahkan serba kekurangan. Mungkin engkau tidak akan bisa membayangkan bagaimana tabah dan sabarnya Asma radhiyallahu anha dalam menghadapi kesulitan hidupnya. Padahal suaminya tidak berharta, bukanlah orang kaya yang berpangkat.Apa yang ia punya hanyalah seekor kuda.Akan tetapi itu semua tidaklah mengurangi rasa hormat dan baktinya pada suaminya tercinta. Ia senantiasa berusaha taat dan berusaha menjaga keridhaan suaminya Zubair. Asmalah yang merawat kuda suaminya. Jemari tangannya kasar karena harus menumbuk gandum untuk dijadikan tepung,mengusung kurma yang telah dipotong Rasulullah kemudian mengangkutnya diatas kepalanya dengan berjalan kaki yang lumayan jauh jaraknya.Adakah Asma mengeluh atas itu semua??
Itu bukanlah karakter dan sifatnya, engkau tahu ya ukhti siapa ayahnya?? Dan siapa saudarinya?? Ayah dan saudarinya adalah orang yang paling dicintai Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Tak salah bila Asma memiliki keutamaan karena lahir dan hidup dibawah bimbingan ayahnya Abu Bakar Ash-shiddiq manusia yang paling jujur diatas muka bumi ini.

Duhai Asma, engkau adalah wanita yang mulia baktimu pada suamimu sungguh mengagumkan wajib di tiru dan diamalkan wanita-wanita muslimah yang sangat mengharapkan pahala dan keridhaan Allah Azza wajalla.

Berapa banyak saudarimu ini yang sangat mengharapkan hidup mulia dan jauh dari kesulitan hidup dengan menikah. Berapa banyak para wanita bermimpi bahwa dengan menikah segala kesulitan hidup akan teratasi? Berapa banyak para wanita mengharapkan kemudahan hidup dari suaminya? Berapa banyak wanita yang mengeluh karena tidak mendapatkan apa yang mereka impikan setelah menikah? Berapa banyak para gadis mengharapkan “sang pangeran” menjemputnya dengan kendaraan mewah dan rumah megah? Impian-impian yang indah terbuai dengan kehidupan para artis dan selebritis juga wanita-wanita barat kafir yang sengaja di ekspos media masa untuk menipu para wanita muslimah. Meninabobokan mereka dengan gaya hidup mimpi, cerita dongeng cinderlela dan lain-lainnya.

Jauh sangat jauh dari alur hidupmu wahai Asma, kisahmu membuat kami tercengang dan terbukalah mata hati kami ini. Engkau adalah embun penyejuk bagi hati yang gersang ini, yang sangat membutuhkan siraman hidayah agar kami ridha dengan apa yang telah Allah berikan kepada kami, yaitu suami yang shalih yang senantiasa berharap dari kami kebaikan dan bakti kami untuknya.

Kisahmu bukanlah kisah picisan yang dibuat-buat untuk membuat para pembaca terhibur dan melayang melambung jauh dalam alam khayalan dan mimpi. Kisahmu adalah kenyataan hidup yang engkau jalani dan alami, betapa beratnya hidup ini harus dijalani dengan keikhlasan dan keredhaan. Betapa pandainya engkau menjaga hati suamimu, engkau menyadari kecemburuannya. Engkau menyadari dan tahu betul ketidak sukaan Zubeir bila engkau menerima tawaran Rasulullah untuk ikut naik menunggang onta di belakangnya.Maka engkau berusaha menjauhinya.Karena satu yang engkau inginkan, yaitu engkau menginginkan keridhaan suamimu dengan demikian engkau berhak mendapatkan keredhaan pemilik langit dan bumi ini.Dan, memang engkau telah mendapatkannya wahai Asma. Selamat untukmu !!

Wahai ukhti muslimah, wahai para istri yang diamanahi suami oleh Rabbmu simaklah kisah Asma berikut ini :
Asma berkata:”Zubair telah menikahiku sedangkan dia tidak mempunyai kekayaan dimuka bumi, dan juga yang lainnya selain seekor kuda, dan aku senantiasa memberikan makan kudanya, mencukupi persiapan makanannya, dan mencarikan rumput untuk kudanya, serta menumbuk biji kurma untuk makan kudanya, juga mengambil air dan memperbaiki ember tempat minumnya,serta menumbuk gandum untuk membuat roti, karena aku kurang mahir membuat roti maka beberapa orang tetanggaku dari wanita-wanita Anshar yang membuatkan roti untukku. Mereka ini semua adalah wanita yang jujur (baik). Kata Asma: Aku juga menjunjung (mengusung) buah kurma di atas kepalaku dari kebun yang dijatahkan Rasulullah kepada Zubair sejauh dua pertiga farsakh (sekitar 2 km). Asma berkata: Pada suatu hari aku pulang dengan mengusung buah kurma diatas kepalaku, kemudian aku bertemu dengan Rasulullah shalallahu alihi wassalam beserta beberapa orang sahabat beliau, lalu Rasulullah memanggilku. Beliau berucap: ikh, ikh,(menyuruh ontanya berlutut) untuk membonceng dibelakang beliau. Kata Asma (ketika bercerita kepada suaminya): Aku merasa malu dan aku mengerti bahwa engkau adalah pencemburu. Suaminya menjawab: Demi Allah, sungguh engkau mengusung kurma diatas kepalamu adalah lebih aku sukai daripada kamu naik onta bersama Rasulullah”
Asma berkata: Setelah peristiwa itu, Abu Bakar (ayahku) mengirimkan seorang pelayan sehingga aku tidak lagi turut mengurus kuda dan aku terbebas dari kerja berat. ( HR.Muslim no.1436 , Bukhari no.4973 lihat pula Fathul Bari jilid 10/400 hadits no.5224)

Kisahmu tertulis indah,… dengan tinta emaspun rasanya tidak akan cukup karena kesabaran dan ketabahanmu akan selalu dikenang sepanjang masa hingga hari akhir bagi para wanita-wanita muslimah yang berusaha untuk memberikan pengabdian yang sebaik-baiknya bagi suami mereka karena mengharapkan keridhaan Allah semata.Wallahu a’alam bishshawwab.

Sydney, 10 November 2005

Bahan Rujukan:
Fathul Baari,juz 10, Ta’liq Syaikh Ibnu Baaz, Daarul Fikr, Beirut, Lebanon.
Ringkasan Shahih Muslim,Pustaka Amani, Jakarta.
Tarjamah Shahih Bukhari, Asy-Syifa, Semarang.

Komentar bertahan »

Istriku kelak ingin bekerja…

jilbab_kartun.jpgAssalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh…. Bismillahirohmannirohim

“Dan hendaklah kamu (para wanita) tetap di rumahmu[1] dan janganlah kamu  berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[2] dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait[3]  dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-ahzab : 33)

[1]. Maksudnya: Isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. Perintah ini juga meliputi segenap mukminat.
[2]. Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.
[3]. Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w.

Calon istrikun meminta ijin untuk bekerja setelah menikah… Sebuah dilema apabila kita dihadapkan pada permasalahan tersebut, dengan berbagai macam alasan dan argumentasi akan diutarakan kalau seorang istri pengen tetap bekerja. Bukannya menjadi seorang ibu rumahtangga juga bekerja? bahkan pekerjaan tersebut sangat mulia, mengasuh putra-putri serta melayani seorang suami, dan hal tersebut merupakan sudah menjadi kodrat seorang muslimah.

Mengapa seorang istri pengen bekerja keluar rumah? Itu yang harus ditelusuri terlebih dahulu, apa ingin mencari penghasilan, pengen menghilangkan rasa bosan dan mencari kesibukan, pengen bersosial dengan sesamanya karena manusia merupakan makhluk sosial, dll. Menurut saya pribadi semua alasan yang mendasari itu hanya satu yaitu ingen mendapatkan penghasilan (uang), semua alasan yang mucul selain itu adalah sekedar akal-akalan saja untuk menguatkan argumentasi bahwa istri juga mempunyai rasa kebebasan dalam bermasyarakat.

So…. apabila “hanya” sekedar pengen mencari penghasilan tambahan apa harus kerja menjadi wanita karier yang notabene harus sering keluar rumah? apakah tidak ada cara lain? apakah tidak ada lapangan pekerjaan yang laen? insya’allah di bumi Allah ini terhampar rizki yang melimpah ruah. Untuk menjawab pertanyaan diatas tersebut pasti akan dijawab “banyak”, tetapi pasti akan muncul argumen yang laen, belum siap menciptakan lapangan kerja sendiri, tidak ada modal, tidak punya bakat berwiraswasta, dll. Bukannya semua perbuatan itu tergantung dari niatnya, jadi kita bisa menarik kesimpulan sendiri.

Banyak pendapat mengenai seorang istri yang harus bekerja di luar rumah, ada yang melarang dan ada juga yang membolehkan dengan menggunakan syarat-syarat tertentu. Pendapat yang mendukung bahwa istri boleh bekerja diluar rumah seperti ; Khadidjah ra. adalah seorang pebisnis, Aisyah ra tokoh masyarakat dan iku tperang jamal, dan wanita punya hak untuk memiliki harta sendiri. Sedangkat pendapat yang menolak istri untuk bekerja yaitu : Firman Allah surat Al-ahzab ayat 33 seperti yang disebutkan di atas, dan Hadist Rasullah SAW. bahwa wanita itu tidak boleh keluar rumah karena akan menimbulkan fitnah “Wanita itu adalaha aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya”. diriwayakan oleh At-Tirmizy marfu’an. Bahkan saya juga pernah membaca, kalu seorang wanita dilarang untuk pergi sholat berjama’ah di masjid apabila dengan keluarnya dari rumah tersebut akan menimbulkan fitnah.

Apabila istri tetap harus bekerja diluar rumah, maka ada syarat dan adabnya.

Keterpaksaan (darurat) dilihat dari segi keurgensiannya. Oleh karena itu apabila seorang perempuan terpaksa harus bekerja di luar rumahnya, maka dia haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Berhijab (Mengenakan Pakaian yang Menutup Aurat ).  “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
keseluruh tubuh mereka”(QS Al Ahzaab 27)

2. Tidak memakai parfum.  “Setiap mata laki-laki (yang memandang perempuan yang bukan mahramnya dengan disertai syahwat) adalah mata yang berzina. Dan seorang perempuan yang telah memakai parfum lalu melewati suatu majelis (laki-laki), maka ia adalah perempuan seperti ini dan seperti itu, yaitu perempuan yang berzina.” (HR. Tirmidzi )

3. Pelan-pelan dalam berjalan agar suara alas kakinya tidak terdengar. Allah subhanahuwata’ala berfirman:
“Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. “            (An-Nuur: 31) 
Dimasa kita ini, kita diberi cobaan berupa sepatu atau sandal dengan hak tinggi. Kita akan mendapati bila wanita  memakainya, sandalnya bersuara. Terkadang dia berjalan dengan genit. Benarlah Nabi shallallahu’alaihi wasallam tatkala bersabda: “Wanita adalah aurat, jika dia keluar, setan mengintainya.”  (HR.Tirmidzi)

4. Jika di berjalan bersama saudarinya dan di dekatnya ada laki-laki, maka janganlah dia berbicara dengan saudarinya itu. Hal ini bukan berarti bahwa suara wanita adalah aurat. Tetapi ketika laki-laki mendengar suara wanita, terkadang suara itu akan mengantarkannya kepada fitnah.

5. Meminta izin suaminya jika dia telah bersuami, atau walinya jika dia belum bersuami.

6. Jika jaraknya adalah jarak safar, maka dia tidak boleh keluar kecuali bersama mahramnya.
“Tidak boleh seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari)

7. Tidak berdesak-desakan dengan laki-laki walaupun ketika melaksanakan thawaf dan sa’i. Jika engkau mampu melaksanakannya tanpa harus berdesakan, maka lakukanlah.

8. Menghiasi diri dengan sifat malu.

9. Menundukkan/menjaga pandangan.

10. Tidak melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, jika dia bermaksud tabarruj (menampakkan perhiasannya) dengan itu. “Wanita manapun yang melepas pakaiannya di selain rumah suaminya, maka sungguh dia telah merobek penutup antara dia dan Allah.” Hadits shahih diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu’anha dalam Musnad Ahmad.

Alangkah beruntungannya seorang suami yang mendapatkan istri yang patuh dan taat kepada suaminya, dimana seorang istri bisa mendapatkan penghasilan dengan tidak meninggalkan dan melanggar kodratnya serta bisa menjadi panutan bagi putra-putrinya, bisa menetramkan hati suaminya ketikan sedang beramarah dan bisa mengingatkan suaminya ketika sedang medapatkan nikmat yang berlibahn dari Allah SWT.

Wassalam

Disadur dari berbagai sumber : http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/saudariku-ada-surga-di-rumahmu%e2%80%a6/ http://groups.google.co.id/group/mediamusliminfo/msg/68c0394998d02530? http://ikhwah.informe.com/adab-adab-wanita-keluar-rumah-dt234.html http://wanita.wordpress.com/2007/08/08/test/ 

Komentar bertahan »