Istriku kelak ingin bekerja…

jilbab_kartun.jpgAssalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh…. Bismillahirohmannirohim

“Dan hendaklah kamu (para wanita) tetap di rumahmu[1] dan janganlah kamu  berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[2] dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait[3]  dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-ahzab : 33)

[1]. Maksudnya: Isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. Perintah ini juga meliputi segenap mukminat.
[2]. Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum Nabi Muhammad s.a.w. Dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.
[3]. Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah s.a.w.

Calon istrikun meminta ijin untuk bekerja setelah menikah… Sebuah dilema apabila kita dihadapkan pada permasalahan tersebut, dengan berbagai macam alasan dan argumentasi akan diutarakan kalau seorang istri pengen tetap bekerja. Bukannya menjadi seorang ibu rumahtangga juga bekerja? bahkan pekerjaan tersebut sangat mulia, mengasuh putra-putri serta melayani seorang suami, dan hal tersebut merupakan sudah menjadi kodrat seorang muslimah.

Mengapa seorang istri pengen bekerja keluar rumah? Itu yang harus ditelusuri terlebih dahulu, apa ingin mencari penghasilan, pengen menghilangkan rasa bosan dan mencari kesibukan, pengen bersosial dengan sesamanya karena manusia merupakan makhluk sosial, dll. Menurut saya pribadi semua alasan yang mendasari itu hanya satu yaitu ingen mendapatkan penghasilan (uang), semua alasan yang mucul selain itu adalah sekedar akal-akalan saja untuk menguatkan argumentasi bahwa istri juga mempunyai rasa kebebasan dalam bermasyarakat.

So…. apabila “hanya” sekedar pengen mencari penghasilan tambahan apa harus kerja menjadi wanita karier yang notabene harus sering keluar rumah? apakah tidak ada cara lain? apakah tidak ada lapangan pekerjaan yang laen? insya’allah di bumi Allah ini terhampar rizki yang melimpah ruah. Untuk menjawab pertanyaan diatas tersebut pasti akan dijawab “banyak”, tetapi pasti akan muncul argumen yang laen, belum siap menciptakan lapangan kerja sendiri, tidak ada modal, tidak punya bakat berwiraswasta, dll. Bukannya semua perbuatan itu tergantung dari niatnya, jadi kita bisa menarik kesimpulan sendiri.

Banyak pendapat mengenai seorang istri yang harus bekerja di luar rumah, ada yang melarang dan ada juga yang membolehkan dengan menggunakan syarat-syarat tertentu. Pendapat yang mendukung bahwa istri boleh bekerja diluar rumah seperti ; Khadidjah ra. adalah seorang pebisnis, Aisyah ra tokoh masyarakat dan iku tperang jamal, dan wanita punya hak untuk memiliki harta sendiri. Sedangkat pendapat yang menolak istri untuk bekerja yaitu : Firman Allah surat Al-ahzab ayat 33 seperti yang disebutkan di atas, dan Hadist Rasullah SAW. bahwa wanita itu tidak boleh keluar rumah karena akan menimbulkan fitnah “Wanita itu adalaha aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya”. diriwayakan oleh At-Tirmizy marfu’an. Bahkan saya juga pernah membaca, kalu seorang wanita dilarang untuk pergi sholat berjama’ah di masjid apabila dengan keluarnya dari rumah tersebut akan menimbulkan fitnah.

Apabila istri tetap harus bekerja diluar rumah, maka ada syarat dan adabnya.

Keterpaksaan (darurat) dilihat dari segi keurgensiannya. Oleh karena itu apabila seorang perempuan terpaksa harus bekerja di luar rumahnya, maka dia haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Berhijab (Mengenakan Pakaian yang Menutup Aurat ).  “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
keseluruh tubuh mereka”(QS Al Ahzaab 27)

2. Tidak memakai parfum.  “Setiap mata laki-laki (yang memandang perempuan yang bukan mahramnya dengan disertai syahwat) adalah mata yang berzina. Dan seorang perempuan yang telah memakai parfum lalu melewati suatu majelis (laki-laki), maka ia adalah perempuan seperti ini dan seperti itu, yaitu perempuan yang berzina.” (HR. Tirmidzi )

3. Pelan-pelan dalam berjalan agar suara alas kakinya tidak terdengar. Allah subhanahuwata’ala berfirman:
“Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. ”            (An-Nuur: 31) 
Dimasa kita ini, kita diberi cobaan berupa sepatu atau sandal dengan hak tinggi. Kita akan mendapati bila wanita  memakainya, sandalnya bersuara. Terkadang dia berjalan dengan genit. Benarlah Nabi shallallahu’alaihi wasallam tatkala bersabda: “Wanita adalah aurat, jika dia keluar, setan mengintainya.”  (HR.Tirmidzi)

4. Jika di berjalan bersama saudarinya dan di dekatnya ada laki-laki, maka janganlah dia berbicara dengan saudarinya itu. Hal ini bukan berarti bahwa suara wanita adalah aurat. Tetapi ketika laki-laki mendengar suara wanita, terkadang suara itu akan mengantarkannya kepada fitnah.

5. Meminta izin suaminya jika dia telah bersuami, atau walinya jika dia belum bersuami.

6. Jika jaraknya adalah jarak safar, maka dia tidak boleh keluar kecuali bersama mahramnya.
“Tidak boleh seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari)

7. Tidak berdesak-desakan dengan laki-laki walaupun ketika melaksanakan thawaf dan sa’i. Jika engkau mampu melaksanakannya tanpa harus berdesakan, maka lakukanlah.

8. Menghiasi diri dengan sifat malu.

9. Menundukkan/menjaga pandangan.

10. Tidak melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, jika dia bermaksud tabarruj (menampakkan perhiasannya) dengan itu. “Wanita manapun yang melepas pakaiannya di selain rumah suaminya, maka sungguh dia telah merobek penutup antara dia dan Allah.” Hadits shahih diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu’anha dalam Musnad Ahmad.

Alangkah beruntungannya seorang suami yang mendapatkan istri yang patuh dan taat kepada suaminya, dimana seorang istri bisa mendapatkan penghasilan dengan tidak meninggalkan dan melanggar kodratnya serta bisa menjadi panutan bagi putra-putrinya, bisa menetramkan hati suaminya ketikan sedang beramarah dan bisa mengingatkan suaminya ketika sedang medapatkan nikmat yang berlibahn dari Allah SWT.

Wassalam

Disadur dari berbagai sumber : http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2007/12/16/saudariku-ada-surga-di-rumahmu%e2%80%a6/ http://groups.google.co.id/group/mediamusliminfo/msg/68c0394998d02530? http://ikhwah.informe.com/adab-adab-wanita-keluar-rumah-dt234.html http://wanita.wordpress.com/2007/08/08/test/ 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: