MAAFKAN AKU…

(Jum’at ke-1)

“Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nahl 16:119)

Ampun atau maaf merupakan sebuah ungkapan yang sudah sering dan biasa kita dengar, tapi bagaimana dengan meminta ataupun memberikan maaf?. Perlu disadarai bahwa manusia merupakan tempatnya salah dan dosa, tidak aka ada seorangpun yang luput dengan namanya dosa atau salah. Entah itu dosa/salah kepada Allah dengan meninggalkan perintah dan atau melakukan apa yang dilarang-NYA, ataupun salah yang kita lakukan dengan sesama manusia baik yang kita sadari atau pun yang tidak kita sadari.
Secara prinsip, manusia jarang sekali melakukan kesalahan itu disengaja karena semua manusia pasti tahu perbuatan apa yang dilakukannya apabila tetap melakukan hal yang salah tersebut pasti karena adanya “hal” yang diluar akal manusia, entah itu apa! mungkin hanya orang itu sendiri yang tahu dan Allah swt. Apabila seseorang melakukan perbuatan dosa, pasti tahu dengan resiko dan akibat yang ditimbulkannya juga.
So, bagaimana apabila kita melakukan dosa atau kesalahan? Pasti gampang sekali jawabnya, minta maaf dan ampunan. Mungkin hal itu sangat mudah sekali dibayangkan atau diucapkan tetapi apakah mudah melaksanakan dengan benar-benar tulus iklhas? terlebih dengan orang yang diminta memaafkannya, mungkin hanya di mulut saja memaafkan tetapi dalam hati tetap menyimpan “sesuatu” yang mengganjal. Allahu alam, hanya Allah Yang Maha Mengetahui.
Semua kesalahan harus kita pertanggungjawabkan baik kepada Sang Pencipta ataupun kepada orang yang kita dholimi. Sepantasnya kita memohon ampunan dan meminta maaf dengan sebenar-benarnya dengan maksud tidak akan mengulangi lagi (taubat). Dalam meminta maaf ini kadang sangat mudah terucap ataupun ada rasa gengsi terhadap orang yang akan dimintain maaf tersebut, semua itu harus kita tiggalkan dan buang jauh-jauh untuk tetap memperikat silaturahmi.
Bagaimana dengan paihak yang memberi maaf? Kemungkinan yang sering terjadi, apabila kesalahan dianggap kecil atau tidak seberapa, pasti dengan mudah saja memberikan ampunan/maaf tetapi bagaimana dengan sebuah kesalahan yang dianggap “tidak bisa” dimaafkan? pasti sangat sulit untuk memberikan maaf tersebut, padahal kita tahu bahwa tangan di atas lebih baik dari pada tangan dibawah. Sebaiknya orang yang bersalah tetap berusaha meminta maaf dengan sungguh-sungguh, ini dapat diulangi sampai tiga kali dan tentunya dengan adanya jeda waktu tertentu. Insya’allah kesalahan dimaafkan (setidaknya diampuni oleh Sang Pencipta) apabila kita telah tiga kali meminta maaf tapi tetap tidak dimaafkan dan tentunya meminta maaf dengan sungguh-sungguh menyadari kesalahan dan tidak mengulanginya.
Pemurah hati dan memberi maaf merupakan suatu yang gampang terucap tapi susah teraplikasinya, naïf sekali sebagai manusia biasa tempat salah dan dosa tapi tidak mau saling memaafkan. Allahu’alam…. Allah Maha Segalanya dapat memberikan ampunan dosa yang teramat besar (kecuali menyekutukan-Nya) tetapi manusia yang lemah saja tidak mau memberikan maaf. Semoga kita tergolong menjadi orang yang sedikit melakukan kesalahan, orang yang cepat menyadari kesalahan dan sesegera mungkin meminta maaf dan ampunan serta menjadi orang yang mudah memberikan maaf sebelum yang berbuat salah memintanya, amin……
Maafkan semua kesalahanku Ibu, adik-adikku, keluarga besarku, teman-teman dekatku, tetanggaku, teman-teman seperjuanganku, temen-teman lamaku, teman-teman kerjaku dan semua orang yang merasa telah ter-dholimi oleh segala tingkah laku dan perbuatanku. Aku merupakan manusia biasa yang lemah dan kecil di bandingkan dengan-Nya, manusia tempatn salah dan dosa. Aku sadar semua itu mungkin tidak aku sengaja, adaikan disengaja pasti maksudnya tidak untukmaaf menyakiti dan men-dholimi. Maafkan aku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: