SIAPAKAH WANITA TERPILIH ITU?

Jum’at ke-2

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar Ruum 30:21)

pernikahanMenikah merupakan kodrat manusia, bahkan bagi yang sudah mampu melakukannya hukumnya adalah wajib. Menikah juga merupakan sunnah Rosul dan merupak “separuh” dari agama. So, untuk mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan, bagi seseorang yang sudah mampu mengapa menunda untuk menikah!!! Sebelum mengambil keputusan untuk menikah, bagi cowok tentu mempunyai kriteria seperti apakah calon istrinya nanti. Dari beberapa sumber akan di uraikan sedikit tentang kriteria istri yang insya’allah akan memberikan kebahagiaan dunia akhirat.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.

Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)

Berdasar pada pedoman hadist dana ayat diatas, maka kita harus mengutamakan dalam sisi agama dari seorang wanita yang akan menjadi calon istri. Selain TAAT BERAGAMA beberapa hal yang harus diutamakan seperti :

1. Mentaati Suaminya.

Jika wanita mentaatinya suaminya selain kemaksiatan kepada Allah, maka ia termasuk penghuni Surga, insya allah.

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Anas bin Malik Radiallahu Anhu, bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Maukah aku khabarkan kepada kalian tentang kaum pria kalian yang berada di surga?” Kami menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda:”Nabi berada di Surga, ash-Shidiq berada di surga, orang yang mengunjungi saudaranya di sudut negeri hanya semata-mata karena Allah berada di Surga?” Kami menjawab:”Wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Wanita yang pengasih dan subur (banyak anak)-yakni sayang kepada suaminya dan mentaatinya serta banyak melahirkan anak-. Jika suaminya marah atau dibuat kesal olehnya, maka ia mengatakan:’Ini tanganku di tanganmu, aku tidak akan tidur sampai engkau  ridha.” (HR. Malik, dikuatkan oleh Syaikh al-Albani)

Dalam hadist yang lainnya Nabi Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang subur, besar cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita, mengurus keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, membentengi dirinya dari laki-laki lain, mau mendengar ucapan suami dan menaati perintahnya, dan bila bersendirian dengan suaminya ia pasrahkan dirinya pada kehendak suaminya, serta tidak berlaku dingin kepada suaminya.” (H.R. Thusy)

2. Membantu Suaminya Untuk Mentaati Allah

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, ia mengatakan, “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam untuk mengerjakan sholat lalu membangunkan istrinya sehingga dia sholat. Jika isterinya menolak, maka dia memercikan air kewajahnya. Dan semoga Allah merahmati pula wanita yang bangun malam untuk mengerjakan sholat lalu membangunkan suaminya sehingga sholat. Jika menolak maka dia memercikkan air ke wajahnya.”

(HR. An-Nasai, Abu dawud, Ibnu Majah, Ahmad, Al-hakim)

3. Berahlak Mulia

Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu: Ceria, pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur. Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba). Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri suaminya yang lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari satu. Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya.” (HR. Muslim 4/157)

Ibnu Ja’dabah berkata

“Ditengah kaum Quraisy ada seorang pria yang berahlak buruk. Tetapi tangannya suka berderma, dan dia orang yang berharta. Bila dia menikahi wanita, dipastikan dia akan menceraikannya karena ahlaknya yang buruk dan kurangnya ketabahan istrinya. Kemudian dia meminang seorang wanita Quraisy yang berkedudukan mulia. Ia telah mendapatkan kabar tentang keburukan ahlaknya. Ketika mahar  diputuskan diantara keduanya, pria ini berkata:’Wahai wanita, sesungguhnya pada diriku terdapat ahlak yang buruk dan itu tergantung dari ketabahan, jika engkau bersabar terhadapku (maka kita lanjutkan pernikahan ini), namun jika tidak, maka aku tidak ingin memperdayamu terhadapku.’ Wanita ini mengatakan : ‘Sesungguhnya orang yang ahlaknya lebih buruk darimu ialah orang yang membawamu kepada ahlak yang buruk.’ Akhirnya wanita ini menikah dengannya, dan tidak pernah ada kata-kata cerai hingga kematian memisahkan mereka.” (Ahkaamun Nisaa’, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah hal.82)

4. Memelihara Hijabnya.

Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan hal-hal berikut: Harus minta izin suami, Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya, Tidak memakai wangi-wangian, Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar’i atau keperluan yang sangat mendesak.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda,

“Siapapun wanita yang mengasapi dirinya dengan pedupaan (sebagai parfum), maka janganlah ia mengikuti shalat isya yang terakhir bersama kami.”

(HR. Muslim, an-Nasai, Abu dawud, dan Ahmad) Dalam Riwayat Ahmad

“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melintas dihadapan orang-orang agar mereka mencium aromanya, maka dia adalah pezina.”

(HR. At-Tirmidzi, an-Nasai, Abu dawud, Ahmad, ad-Darimi dishaihkan syaikh al-Albani)

Tidak melepaskan pakaiannya selain dirumahnya, dan senantiasa selalu memelihara hijabnya di luar rumah dan di depan orang-orang asing yang bukan muhrimnya.

Dari Aisyah Radiallahu Anha, dari nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, beliau bersabda :

“Wanita manapun yang menanggalkan pakaiannya di selain rumahnya, maka dia telah menyingkap tabir antara dirinya dengan Allah.” (HR Tirmidzi, Abu dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

dari Ummu Salamah Radhiallahu Anha, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda

“Wanita manapun yang menanggalkan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah merusak tirai Nya darinya.”(HR. Ahmad)

Dia boleh menanggalkan pakaiannya jika merasa aman bahwa orang-orang asing tidak melihatnya, di tempat orang yang dipercayainya, dimana mereka mengetahui ketentua-ketentuan Allah, tidak melihat aurat muslimah dan tidak pula memperlihatkan kepada seseorang.

Allah berfirman

“Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera sauda-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” (QS. An-Nuur:31)

5. Penyabar dan Tidak Bersedih

Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11:

“Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlaj aku dari Fir’aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim’”. (Q.S. At-Tahriim 66:11)

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia menuturkan:

“Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: ‘Bukan termasuk golonganku orang yang menampar pipi dan merobek saku baju serta berseru dengan seruan jahiliyyah (ketika mendapat musibah).” (HR. Bukhari, Muslim, Tarmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad)

6. Amanah

Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa’ ayat 34:

“…Oleh sebab itu, wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara (dirinya dan harta suami) ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya…” (Q.S. An-Nisaa’ 4:34)

7. Perangai dan Kata-katanya Menyenangkan

Disebutkan dalam Hadits berikut:

“Tiga hal keberuntungan yaitu: istri yang shalih; kalau engkau lihat, menyenangkanmu; dan kalau engkau pergi, engkau merasa percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda penurut lagi cepatlarinya, yang dapat membawamu menyusul teman-temanmu; dan rumah besar yang banyak didatangi tamu. Tiga hal kesialan yaitu: istri yang kalau engkau lihat, menjengkelkanmu, ucapannya menyakiti kamu, dan kalau engkau pergi, engkau merasa tidak percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda yang lemah; jika engkau pukul, bahkan menyusahkanmu; dan kalau engkau biarkan, malah tidak dapat membawamu menyusul teman-temanmu; serta rumah yang sempit lagi jarang didatangi tamu.” (H.R. Ahmad. Hadits yang semakna dengan ini riwayat oleh Thabarani, Bazzar dan Hakim)

8. Subur dan Besar Kasih Sayangnya kepada Anak Kecil

Disebutkan dalam Hadits berikut:

“Kawinlah dengan perempuan pecinta lagi bisa punya anak banyak (subur) agar aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak di hadapan para nabi pada hari kiamat nanti.” (H.R. Abu Dawud dan Nasa’i)

Dalam Hadits berikut disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Wanita yang paling baik yaitu yang pandai mengendarai unta. Wanita Quraisy yang terbaik yaitu yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil dan panda mengurus harta suaminya yang sedikit (miskin).” (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

9. Perawan (memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah).

Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Jabir ketika beliau kembali dari perang Dzatur Riqa’:

“Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?” Saya menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Sabdanya: “Dengan janda atau perawan?” Saya menjawab: “Janda.” Sabdanya: “Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?” Saya menjawab: “Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang ‘mumpuni’, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.” Sabdanya: ” Engkau benar, insya Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

10. Dari Lingkungan yang Baik

Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Jauhilah olehmu khadraauddiman!” Rasulullah ditanya: “Wahai Rasulullah, apakah khadraauddiman itu?” Sabdanya: “Wanita cantik di lingkungan yang buruk.”(H.R. Daraquthni, Hadits lemah).

Dari kriteria-kriteria diatas pasti memungkinkan untuk bertambah lagi karena setiap individu pasti memiliki keinginan yang berbeda-beda tetapi dengan kreteria yang telang tersebutkan diatas insya allah merupakan panduan yang bisa dijadikan referensi. Tentunya juga tidak ada manusia (wanita) yang sempurna dan tidak memungkin untuk dapat memenuhi semua kriteria yang diinginkan, kita harus menyadari bahwa semua kekurangan dan perbedaan bukan berati membawa kejelekanda kehancuran. Kita sering dengar bahwa, dengan keperbedaan yang nantinya muncul akan dapat menjadi kelebihan dari pasangan yang bisa mengelola dan memanfaatkannya secara maksimal dan terarah dari perbedaan tersebut.

Apabila membahasan kriteria utama yang harus didapatkan dari calon istri makan ada pula hal-hal atau sifat-sifat yang harus dihindari dari calon istri seperti yang telah di riwayatkan dibawah ini ;

Seorang arab mengabarkan kepada kita tentang wanita yang sebaiknya dijauhi dan tidak dikawini, yaitu wanita yang ananah, mannanah, hannanah, haddaqah, barraqah, dan syaddaqa.

Annanah, ialah wanita yang banyak merintih, mengeluh serta memegang kepalanya setiap saat. Sebab, menikah dengan orang yang sakita atau pura-pura sakit tidak ada manfaatnya

Mannanah, ialah wanita yang suka mengungkit-ungkit (kebaikannya) dihadapan suaminya, dengan mengatakan:”Aku telah melakukan demikian dan demikian karenamu.”

Hannanah, ialah wanita yang senantiasa rindu kepada suaminya yang lain (yang terdahulu) atau anaknya dari suami yang lain.

Haddaqah, ialah wanita yang memanah segala sesuatu dengan matanya lalu menyukainya dan membebani suamai untuk membelinya.

Barraqah, mengandung dua makna:

  • Wanita yang sepanjang hari merias wajahnya agar wajahnya menjadi berkilau dengan cara meriasnya.
  • Marah terhadap makanan. Ia tidak makan kecuali sendirian dan menguasai bagiannya dari segala sesuatu.

Dan Syaddaqah, ialah wanita yang banyak bicara. (Al Ihyaa’ (IV/712-713)

Diatas merupakan rangkuman dari beberapa sumber dan artikel, semoga dapat termanfaatkan secara maksimal. Semoga kita mendapatkan istri yang sesuai dengan kriteria islami yang dapat membawa kebahagian dunia dan akhirat, AMIN… Apabila ada kesalahan, itu semua datangnya dari penulis semata dan kebenaran datangnya dari Allah SWT. Dan buat adikku yang akan menjalani babak kehidupan yang baru, semoga ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk dirinya, selalu dalam ridho-NYA dan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat dari pilihannya, AMIN…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: