INDIA PART-3 (Bomblass + Panas)

assam_tribune_11-april-2009Gimana ya kabar Pemilu di Indonesia? Pasti penuh dengan hingar-bingar kampanye, banyak artis-artis “hot” yang ikut mengguncang suasana kampanya plus dengan kemacetan yang bikin stress semua oaring. Trus siapa yang menang ya? Biarpun disini bisa dipantau lewat internet tapi fill-nya tetep gak dapat kalo gak merasakan sendiri hehehe. Di India juga sedang persiapan untuk mengadakan Pemilu, persiapan dan sambutan “yang luar biasa” dari semua unsure masyarakat India.

PERTAMA :

Semua aktivitas kegiatan Project Seismic IOT-SP01 libur, tidak ada aktivitas dilapangan samasekali. Semua kru diliburkan untuk menghadapi Pemilu tersebut. Padahal itu merupakan pengalihan dari sebuah permasalah di project yang dari waktu-kewaktu tak kunjung ada penyelesaiannya. Apa gerangan permasalah itu? Masih inget dengan tambahan satu S di HSE yang jadi HSSE? Ya… Security, permasalah pokok di lokasi project ini adalah security, semua orang sudah tahu bahwa itu merupakan persyaratan yang mutlak harus tersedia dengan jumlah yang mencukupi untuk dapat melakukan aktivitas pekerjaan dilapangan, tapi apa yang terjadi? Pengaturan personil security yang tidak jelas, baik dari management security tersebut maupun dari pihat management IOT (India Oil Tanking adalah kontraktor seismic disini). Jumlah personil security tidak sebanding dengan jumlah kru yang dipekerjakan sehingga ada kru yang tidak terkawal oleh security dan ujung-ujungnya tidak produksi. “Tidak produksi” sebuah kata yang sangat janggal terjadi di Indonesia, dan chief dept. yang tidak produksi tersebut siap-siap untuk disemprot oleh Party Chief, tapi kata kru tidak produksi di sini merupaka hal yang wajar terdengar, tidak ada action untuk mencari akar permasalah dari masalah itu, selalu saja alasan security tidak ada, kurang atau tidak ke lapangan, kalau tidak itu selalu menggunakan alasan alam, tadi malam atau kemren hujan deras dan jalan tidak bisa dilewati karena licin. Padahala factor-faktor itu adalah eksternal dari kegiatan project dimana seharusnya bisa diminimalisir sekecil mungkin. Kalau sudah tahu ada masalah seperti itu, trus apa peran orang-orang ELNUSA yang di kirim ke India? Hahahaha….. au ach elap.

KEDUA :

Saat ini India sudah masuk summer, cuaca sudah panas tidak seperti waktu pertama datang ke India dimana masih dingin banget, waktu itu biarpun matahari bersinar tapi cuaca dan suasana masih dingin sekali sampai untuk urusan mandi, sehari pun satu kali mandi sudah untung. Cuaca sudah dingin plus tidak ada kegiatan sama sekali, so keringat juga tidak keluar. Beda banget dengan sekarang, pagi hari pun sudah terasa “gerah” tidak beda dengan kondisi di Surabaya, apalagi disini ditambah dengan angin yang kering bikin kulit terasa kering dan bibir jadi kering dan pecah-pecah (wah kalo itu mungkin kurang vitamin C, vit. C = cium) hahahaha. Debu juga bertebaran dimana-mana, tidak tahu dari mana asalnya pokoknya si-dust ini selalu muncul dimana-mana sampai-sampai laptop pun harus dibersihakn minimal 2 hari sekali kalo tidak mau laptop-nya bisa buat nanam kacang karena debu dah tebel banget. Munkin itu berasal dari keringnya tanah disini ditambah dengan kondisi jalan yang belum diaspal padahal kondisi lalulintasnya “padat” mulai dari sapi, sepeda, otoricha (sejenis bemo atau bajai) sampai dengan truk melintasi kondisi jalan tersebut. Bagi yang alergi dengan debu siap-siap untuk bersakit-sakit dan bergatal-gatal ria.

assam_tribune_12-april-2009KETIGA :

Panasnya cuaca sekarang mungkin lebih panas kondisi politik disini, itulah yang kita kawatirkan sekarang ini (kita? loe kali, gua kagak). Di Koran local hampir setiap hari ada berita pengeboman, bahkan sudah sampai kontak terbuka salinga menembak antara “teroris” dengan tentara India. Korban yang jatuh juga sudah tak terhitung, baik yang luka-luka maupun yang meninggal. Parahnya lagi, semua tragedy itu kebanyakan terjadi di Assam, distrik/propinsi yang kita datangi untuk mengawasi kegiatan seismic ini. Bahkan tadi malam terdengar suara sirine yang lama sekali, katanya sih kalau suara sirine itu terdengar berarti sedang terjadi caos atau teroris sedang beraksi, tapi tidak tahu daerah mana dan siapan sasarannya. Perlu diketahui, posisi team Elnusa adalah di sebuah Hotel yang konon terbagus di kota, kota kecil itu namanya Lumding yang terletak di distrik/propinsi Assam yang letaknya di bagian timur Inida, daerah Assam inilah yang konon ceritanya tempat yang subur untuk tumbuhnya teroris atau gerakan separatis yang menentang pemerintahan. Tapi notabene, pemerintah India yang tahu itu semua tidak berusaha untuk menumpasnya, gak tahu apa gerangan maksudnya. Btw, dengan kondisi seperti ini dan jiwa muda yang masih meledak-ledak semoga kita tetap aman dan selamat kembali ke Indonesia, AMIN…. to be continue.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: