INDIA PART-6 (Bad News & Good News)

lumdingDah gak kerasa sebulan lebih, dah gak kerasa mulai kerasan dengan “kebiasaan” India. Abis jum’atan “ala” India yang notabene beda banget ma di Indo (soalnya pake bahasa local dan bahasa arab, so gak ngeh dech…), ada berita kalau project IOT-SP01 yang lagi jalan ini mau di”hentikan”. Dengan alasan keamanan yang semakin tidak menentu, karena sekitar 2 hari yang lalu di area survey terjadi kembali kontak senjata antara teroris dengan Army yang mengakibatkan korban jatuh di kubu Army. Gerombolan teroris di sini banyak golongan, tidak hanya satu kelompok teroris saja sehingga mempersulit untuk bisa “menaklukannya”. Disamping itu, musim penghujan juga dijadikan alasan untuk menhentikan project ini, padahal kita tahu bahwa dengan datangnya musim penghujan semakin “mempermudah” pekerjaan drilling.

Secara hitung-hitungan bisnis, semua alasan itu bisa dijadikan alasan tetapi alasan bisnis yang sangat logis sekali diutarakan karena dengan semakin molor dan tidak jelasnya management merupakan hal yang sangat mustahil untuk mendatangkan profit yang ditargetkan. Tidak ada jaminan keamanan, “kurang” profesionalnya kru, “tidak jelas-nya” management, dll semakin menambah ketidakjelasan kelangsungan project ini. Semakin banyak juga personil/kru/staff IOT sendiri yang memprediksi buramnya kelanjutan project ini.

Lha trus yo’opo? rencana pekerjaan drilling dan recording tetap dilanjutakan tetapi hanya satu lintasan saja (line KA-06), itupun apabila dihitung secara matematis dengan jumlah kru/personil yang ada tetap aja gak tau sampe kapan akan selesai (masih lebih dari satu bulan) belum lagi pengerjaan up-hole nya, padahal cuma diberi waktu sampai pertengahan mei (sekitar tanggal 15) untuk menyelesaiakn “semua” itu dan anehnya tetep saja disanggupi oleh bozz disini (PM). Itulah “incredible india”, mantab tho? Semua dibilang no-problem padahal big-problem hehehehe mungkin dah jadi habit orang India kali yaa…. Semoga saja tetap diberi kekuatan dan keberuntungan untuk dapat menyelesaikan project ini. Trus gimana ya urusan invoice-nya ya? Yo emboh iku urusanne antara India karo India hehehhe.

Wah, aku wes ngalor ngidul tapi during tau njelaske iki proyek opo & model-e piye. Sebelum berangkat kesini, aku juga gak tau sama sekali apa yang mau dikerjakan disini. Project Seismic ini berlokasi di daerah Lumding, Assam, India dengan nama block Karbi Anglong & NC Hill dengan client Oil India Limited (O.I.L) dengan main contractor India Oiltanking (I.O.T) karena I.O.T merupaka perusahaan yang baru aja bergerak di seismic maka dari pihan client mengingkan untuk ada perusahaan pendamping yang sudah berpengalaman dan itulah dipilih Hell-Nusa eh keliru…. PT. Elnusa Tbk. (Geosciences Services Division) sebagai mitra kontraktornya. So… seharusnya disini kita hanya sebagai supervisi saja, tapi…. yo wes ngerti dewe tho, diwoco wae tulisanku seng sak during-e. Oh iyo… kita kesini merupakan gelombang kedua lho, yang pertaman adalah Mr. Edi Junaidi (PC), Mr. Wahyu Rusdiana (Seismologis), Mr. Abdulah Sutopo (Chief Survey), mereka datang bulan Januari 2009 dan pulang bulan Maret 2009 trus kita gantiin dengan personil Mr. Suryo Dwiyono (PC), Mr. Ade Setiawan (Seismologis), Mula Vidya Kusuma (Chief Survey) dan beberapa hari kemudian disusul Mr. Milan Yulianto (ProMax-prossesor), Mr. Ahmad Wahdy Mursy (Chirf Obsever), Mr. Suhirman (Driller Supervisor) dan Mr. Aris Munandar (Up-Hole Observer). Jadi kekuatan kita disini adalah tujuh orang.

Wes ono gambaran tentang nih proyek tho, OK back to topic yang tadi. Setelah ada berita tentang kondisi proyek tho, jadi ada pihak yang merasakan ada berita gembira dan ada yang mendapat berita buruk karena kabar itu menyantumkan bahwa 4 orang (Mula, Milan, Herman, Aris) bisa pulang lebih cepat tapi untuk 3 orang (Suryo, Ade, Wahdy) harus tinggal untuk batas waktu yang tidak ditentukan (PISS bozz….). Sekali lagi, itulah INCREDIBLE INDIA yang “serba tidak pasti” tentang sesuatu hal. Wokey dech, selamat belanja oleh-oleh untuk yang kepulangannya dipercepat dan selamat berjuang untuk yang masih harus tetap untuk melanjutkan perjuangan dengan “jirak” (baca = jinten) yang selalu ada disetiap hidangan demi kebesaran nama ELNUSA, MERDEKA….. Ingat MOTTO kita di India, “rasah kakean cangkem, di pangan wae, ikhlas lan disyukuri” semua itu jangan memperdulikan hak, kewajiban, didholimi atau mendholimi, seng penteng rausah kakean cangkem (maaf kalo jorok/saru) to be continue……

visit http://en.wikipedia.org/wiki/Lumding untuk informasi lokasi dan lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: