Muara Teweh (Geologi, MT, Gravity Project)

Dering HP berbunyi lagi….. biasanya kalo muncul nomer saja pasti gak akan saya angkat, ternyata muncul sebuah nama dari ADM lapangan yang sudah berangkat terlebih dahulu ke proyek. Dari pembicaran singkat tersebut, ternyata dia menanyakan kapan saya akan berangkat serta menginformasikan bahwa proyek sudah berjalan dimulai dengan pekerjaan yang dilakukan mitra kerja serta saya di cari-cari oleh ketua adat setempat. Lho…. Berangkat saja belum kok sudah dicari ketua adat, mampus nih…. (kata dalam hati, ada masalah apa lagi). Belum berangkat ke lapangan sudah mulai kebayang nih gimana sulitnya disana, medan yang blum diketahui, jauhnya area lokasi dan adat istiadat yang belum terdeteksi. Mampus……

Walaupun hujan datang, badai angin behembus, laksana seorang serdadu demi tugas Negara akhirnya kaki ini melangkah juga untuk menjalankan tugas dengan niat lillahi ta’ala (ibadah.com). Muara Teweh sebuah kota kecil yang belum tergambar dibenak, pekerjaan Survei Geologi dan Survei Gravity juga merupakan pengalaman baru, serta posisi “PC (Party Chief)” merupakan “makanan” baru juga. Memang saat itu “serabutan” mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan tugas tersebut karena semuanya serba baru dan serba mendadak, belum ada gambaran yang jelas tetapai semua sudah haru berjalan sesuai dengan yang sudah terjadwalkan.

STOP, berhenti membicarakan no-teknis…. coba kita bahas teknis dan non-teknis pekerjaan lapangan. Proyek ini mencakup pekerjaan Survei Geologi, Survei Gaya Berat (gravity) dan Survei Magnetoteluri, dimana dalam satu proyek mencakup dua lokasi yaitu di Jawa Barat dan Kalimantan Timur/Selatan. Apa sih gambaran dari masing-masing tahapan pekerjaan tersebut??? Dari tiga tahap tersebut, saya tidak begitu memahami karena merupakan hal baru, hanya bagian dari Survei Gaya Berat saja yang sesuai dengan background saya. Penjelasan masih-masing pekerjaan adalah :

Survei geologi adalah penyelidikan secara sistematis dan rinci atas struktur fisik batuan yang membentuk lapisan paling atas dari kerak bumi. Dilakukan pemetaan lapangan sebagai alat menentukan lokasi macam-macam formasi secara tepat. Batuan-batuan dikumpulkan dari masing-masing bagian lapangan yang dipetakan dan diselidiki, untuk menentukan umur, urutan kronologis batuan sedimen, demi mengetahui posisi struktur yang mengandung minyak.

Gravity Survey – Measurements of the gravitational field at a series of different locations over an area of interest. The objective in exploration work is to associate variations with differences in the distribution of densities and hence rock types. Survei Gravity (Gravitasi) parameter yang diukur adalah variasi harga percepatan gravitasi bumi pada posisi yang berbeda, sifat-sifat fisika yang terlibat adalah Densitas. Sebelum dilakukan pengamatan dengan alat gravity, titik-titik tempat pengamatan tersebut harus diukur terlebih dahulu dengan menggunakan GPS geodetic untuk menentukan posisi X, Y, Z yang lebih akurat. Semua titik pengamatan yang dilakukan dengan GPS geodetic tersebut harus diikatkan dengan titik KKH/KKV dari Bakosurtanal terdekat (demikian juga dengan titik Gravity).

Metode gravitasi merupakan metode geofisika yang didasarkan pada pengukuran variasi medan gravitasi. Dalam metode ini yang dipelajari adalah variasi medan gravitasi akibat variasi rapat massa batuan di bawah permukaan sehingga dalam pelaksanaannya yang diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi dari suatu titik observasi terhadap titik observasi lainnya. Metode gravitasi umumnya digunakan dalam eksplorasi jebakan minyak (oil trap). Prinsip pada metode ini mempunyai kemampuan dalam membedakan rapat massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan demikian struktur bawah permukaan dapat diketahui. Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan ini penting untuk perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik minyak maupun meneral lainnya. Metode Survei Gravity ini adalah metode pasif yang dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi

Survey Magnetotellurics (MT) is an electromagnetic geophysical method of imaging the earth’s subsurface by measuring natural variations of electrical and magnetic fields at the Earth’s surface. Investigation depth ranges from 300m below ground by recording higher frequencies down to 10,000m or deeper with long-period soundings. Developed in Russia and France during the 1950s, MT is now an international academic discipline and is used in exploration surveys around the world. Commercial uses include hydrocarbon (oil and gas) exploration, geothermal exploration, mining exploration, as well as hydrocarbon and groundwater monitoring. Research applications include experimentation to further develop the MT technique, long-period deep crustal exploration, and earthquake precursor prediction research.

Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan magnetik di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Variasi yang terukur (anomali) berada dalam latar belakang medan yang relatif besar. Variasi intensitas medan magnetik yang terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan magnetik di bawah permukaan, yang kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan keadaan geologi yang mungkin. Dalam magnetik harus mempertimbangkan variasi arah dan besar vektor magnetisasi, sedangkan dalam gravitasi hanya ditinjau variasi besar vektor percepatan gravitasi. Data pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual yang kompleks. Dengan demikian, metode magnetik memiliki variasi terhadap waktu jauh lebih besar. Metode magnetik sering digunakan dalam eksplorasi pendahuluan minyak bumi, panas bumi, dan batuan mineral serta serta bisa diterapkan pada pencarian prospeksi benda-benda arkeologi. Metode Survei Manetutelorik ini adalah metode pasif yang dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi.

(Semua keterangan diatas diambil dan disarikan dari berbagai sumber-sumber/artikel yang terkait. Mohon koreksi dan penjelasan lebih detail dari agan-agan yang lebih senior dan lebih kompeten dalam bidang tersebut)

Pekerjaan yang dikerjakan di Muara Teweh, Kalimantan hanya Survei Geologi dan Survei Gravity, sebenarnya semua pekerjaan itu dilakukan oleh mitra kerja so, saya hanya menjadikan koordinator untuk memastikan pekerjaan lancar serta mengurusi hal-hal non-teknis untuk mendukung kelancaran semua tahap pekerjaan. Sosialisasi di tingkat kecamatan maupun “sowan” ke ketua adat, untuk meminta ijin dan menjelaskan/meng-clear-kan permasalah yang ditimbulkan oleh pekerjaan tersebut, tak luput juga untuk bersilaturahmi dengan kepala-kepala pemerintahan serta pumuka agama. Hal-hal seru tidak terjadi dalam urusan teknis saja, karena lokasi pekerjaan yang relatif jauh dari pusat kota dimana jalan masih banyak lumpur serta belum adanya aliran listrik, dilengkapi dengan kentalnya aroma klenik dalam masyarakat asli Kalimantan (dayak).

Mobil double gardan rusak sehingga harus menunggu seharian di tengah hutan, mencari sinyal sekedar untuk menginformasikan hal tersebut. Kegiatan masak-memasak yang harus dikerjakan setiap hari juga melengkapi “penderitaan” proyek petualangan ini, dan tentunya berbelanja serta menstok beranekan makanan ketika turun ke Kota juga tak luput dari rutinitas. Diesel atau genset juga merupakan “senjata” utama untuk “menghidupkan” pekerjaan ini, karena hanya dengan sumber daya tersebut semua peralatan penunjang kegiatan survey bisa dinyalakan serta yang tak luput adalah untuk sarana hiburan satu-satunya yaitu adanya TV.

Singkat cerita, pengalamn proyek yang diberikan secara mendadak ini sangat berkesan dan bisadi- share ke rekan-rekan dikemudian hari. Thanks juga buat Om Deni Saputra yang secara de-vacto merupakan Party Chief proyek tersebut, karena beliau harus mengerjakan proyek yang berada di Jawa Barat padahal pekerjaan ini harus bekerja parallel so beliau harus fokus disana, karena terlalu serius menangani proyek di Jawa Barat tersebut sampai-sampai kelupaan untuk mengirimkan PK-nya ke Muara Teweh. Terima Kasih juga buat Om Taufik M. Andrianto yang sempat menggantikan ketika saya harus melakukan lamaran dengan calon istri, beliau sekarang sudah “lulus” dari pekerjaan tersebut dan sekarang beliau berkarir di Instansi Pemerintaan untuk memajukan dan mengawal dunia per-MIGAS-an di Indonesia, beliau juga sempet ngerjain untuk membawakan repeater radio yang segede bagong dan berat tetapi ketika sampai di proyek tidak terpakai hehehehehe…….. Hatur Nuhun juga disampaikan ke Om Anggoro dan Om Doddy (client kami) yang beberapa hari bersama dan “menderita” akibat support kami yang belum maksimal. Semua rekan mitra kerja dan semua yang mendukung kelancaran proyek tersebut yang tidak bisa disebutkan satu-satu, juga saya ucapkan banyak terima kasih banyak.

Comments (6) »

JV (Joint Venture) ECS

 setelah lama gak nulis, akhirnya kembali lagi belajar menulis nih.......

Mul, dipanggail Pak IP (beliau adalah salah satu bos ane)…..

Suara panggilan dari senior di Geoscience yang sangat mengejutkan, sudah antri di depan lift, siap-saip teng-go karena udah jam 5 yang berarti harus segera pulang. Beberapa pikiran langsung “bergentayangan” kenapa jam segini kok boss besar manggil kroco kayak ane ini, apa karena rambut ane yang kelewat panjang (gondrong.com)? Kerjaan apa yang belum ane selesain? Ato ane mo naik jabatan (ngimpi kali yaaa….)? dan beberapa pertanyaan laen muncul di benak ane….

Singkat cerita…. Ternyata ane ditawarin untuk pindah devisi (pindah bagian) ke Marine Seismic, dimana semula ane jadi Geodetic Engineer di Land Seismic. Entah ini sebuah berkah atau karena ane tidak cakap (baca=tidak mampu) lagi untuk bekerja di Land Seismic. Karena ane dari land seismic ane juga sedikit berargumen ke bozz, bahwa masih banyak rekan-rekan geodetic di GDM (GeoData Marine) kenapa harus ane yang diberi tugas untuk pindah ke Marine seismic??? Sebuah argument (yg tepatnya alibi hehehehe) yang susah untuk dijelaskan dan dijawab oleh atasan ane. Menggunakan jawaban yang tersirat secara tegas ane ambil nih tantangan, dimana sebelumnya adanya diskusi yang sedikit “hot” dengan bozz ane tersebut.

Selang berapa waktu, ane baru tahu ternyata ane ditugaskan ke JV (joint venture) antara ELNUSA dengan CGGVeritas, dimana sekarang sudah menjadi anak perusahaan PT. Elnusa dengan nama PT. Elnusa CGGVeitas Seismic dimana prosentasi sahamnya adalah 51% Elnusa dan 49% CGGVeritas. Kapal survey seismic yang digunakan adalah Pacific Finder dengan berbendera Singapore, isu yang berkembang di level atas tuh kapal segera diganti dengan nama Elnusa Finder dan berbendera Indonesia. Hal tersebut dikuatkan ketika launching (peresmian) nih kapal dihadiri oleh para petinggi perminyakan dari Elnusa, CGGV dan pemerintahan Indonesia serta Perancis (CGGVeritas adalah perusahaan oil services yang berpusat di Perancis). Kapal ini dilengkapi dengan 4 streamer yang berarti nih kapal bisa melakukan survey seimik 2D, 3D dan 4D.

Mungkin masih ada yang penasaran kenapa ane ambil nih challenge, pertama dari jawaban bozz atas pertanyaan yang ane tanyain diatas, beliau memberi “kesempatan” ini karena ane pernah ditugaskan ke salah satu 2D survey seismic marine di perusahaan lokal Indonesia dengan menggunakan kapal sewaan dari salah satu instansi pemerintah. Selain itu juga adanya sebuah komitment dari bozz, dimana dengan adanya “fasilitas” ini akan mewujudkan semua kru seismic maupun kru kapal nantinya harus orang Indonesia untuk memenuhi kebutuhan survey seismic 2D, 3D maupun 4D di Indonesia khususnya dan Asia Pasifik pada umumnya. Alasan lainnya (yang di approve my honey) adalah adanya system crews changes yang sudah jelas dan terjadwal pasti (walaupun dalam kenyataannya ada molor 2-3 hari juga he5x), schedule tersebut yaitu 35 hari on-board dan 35 cuti dirumah (waktu cuti juga “dilarang” ngantor, so pas cuti benar-benar istirahat di rumah). Mungkin tiga alasan pokok tersebut yang menjadi dasar mengambil keputusan ini, pasti ada yang ingin tahu kenapa gaji/allowance tidak dijadikan alasan! Karena ketika akan berangkat dan bergabung dengan JV ini (kebiasaan tidak familiar yang harus segera dihilangkan dari EN), belum ada suatu kejelasan mengenai penggajian, toh akhirnya saat ini allowance juga sudah bagus dibandingkan dengan system sebelumnya (Alhamdulillah).

Komitmen ini sangat sejalan dengan prinsip ane, bahwa orang bule itu tidah seharusnya “menjajah” kembali bangsa kita, karena tidak semua orang kulit putih tersebut skill-nya lebih bagus dari anak bangsa dan mereka pada umumnya hanya “memanfaatkan” tanah air tercinta ini untuk kepentingan pribadi mereka. Kapan semua itu bias diwujudkan??? Pertanyaan yang mengusik juga nih, secara gamblang dijelaskan juga bahwa rencananya kita harus “mengambil” nih kapal dalam jangka waktu 3 tahun saja (maksimal 5 tahun, permintaan dari CGGVeritas), sebuah target yang sangat realistis untuk saat ini, tapi semua itu akan sulit terwujudkan apabila tidak terjadi support dari PEMERINTAH. Mohon rekan-rekan yang berada di pemerintahan dan mempunyai kewenangan ini untuk segera men-support dan mengawal cita-cita mulia ini.

Ternyata rencana tawaran yang sudah “deal” ini tidak berjalan dengan mulus, karena masih adanya tugas dari devisi yang lama yaitu di Land Seismic, yaitu adanya planning yang harus diselesaikan maka dengan rasa tanggung jawab ane harus segera terbang ke Palembang untuk menjalankan tugas tersebut. Dengan adanya sedikit miscommunication, masih alaot juga untuk segera memenuhi rencana bergabung dengan devisi baru ini. Sebelum berangkat joint on-board dengan crews Pacific Finder terlebih dahulu memenuhi syaratnya yaitu mengikuti training T-BHOSIET & Sea Survival (dengan standart International) serta melakukan medical check-up desertain dengan imunisasi vaksin tertentu karena project yang diikuti ini beroperasi di Asia Pasific.

To Be Continues…..

Comments (7) »

Marine seismic, part-1 -Navigasi (marine) = TOPO (land)-

Navigasi adalah penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya atau di peta, dan oleh sebab itulah pengetahuan tentang kompas dan peta serta teknik penggunaannya haruslah dimiliki dan dipahami. Sebelum kompas ditemukan, navigasi dilakukan dengan melihat posisi benda-benda langit seperti matahari dan bintang-bintang di langit, yang tentunya bermasalah kalau langit sedang mendung. (http://id.wikipedia.org/wiki/Navigasi) Sedangkan orang yang melakukannya atau mengerjakan biasanya disebut Navigator, dengan basic ilmu Teknik Geodesi.

Semua yang ditulis ini berdasarkan pengalaman ane ketikan bertugas di Party A3.314 PHE-ONWJ 2D High Resolution Seismic Survey. Semula kaget juga nih, ane yang orang darat (seimic line) kok ditugaskan ke marine, mungkin karena orang marine butuh seorang Navigator atau mungkin “kekurang” cakapan ane untuk bertugas di land, hehehehe…. Tapi secara pribadi, ini merupakan sebuat tugas yang sangat menantang sekali, sebuah pengalam yang sangat berharga untuk belajar hal yang baru. Sekali lagi, semua ini pasti ada hikmahnya dan membuat ane BANGGA karena ane menjadi salah satu bagian dari sejarah, survey marine seismic yang dilakukan oleh kru Indonesia 100%, bule dilarang masuk.

Back to topic, tugas seorang Geodetic yang biasa saya emban adalah sebagai chief topography yang bertugas menyediakan sebuah lintasan yang sudah direncakan, kemudian ditempatkan di area survey. Tantangannya adalah, lintasan yang berupa koordinat-koordinat tersebut merupakan maya/khayal, hanya berada di atas kertas maupun di monitor komputer, so bagaimana semua rencana tersebut ditempatkan di atas tanah/bumi secara real. Dengan menggunakan hitungan-hitungan tertentu yang berbasis keilmuan Geodesi serta menggunakan alat-alat ukur seperti GPS, Total Station, Kompas sampai dengan meteran dan pendukung yang lainnya, prosesnya diawalai dengan orientasi, pengamatan GPS, pengukuran Total Station, QS dan pemrosesan data, akhirnya semua tugas tersebut dapat dilakukan.

Bagaimana dengan Navigasi (= topo di land) yang dilakukan di laut, yang tidak bisa dilakukan pemasangan BM maupun pengukuran menggunakan Total station. Sabar….. jangan pesimis dulu, semua prinsip pekerjaan Navigator tidak jauh berbeda dengan pekerjaan chief TOPO di darat kok, perbedaan hanya alat dan software saja yang digunakan tetapi prinsip tentap tidak jauh dengan keilmuan Geodesi, bahkan secara pribadi pekerjaan Navigator itu “lebih santai”. Yang sangat berat adalah penggabungan semua sistem dari bagian-bagian survey marine sesimic.

Alat yang digunakan pada navigasi adalah GPS (global positioning system), biar gaya nih ane kasih pengertian GPS dalam bahasa inggris yang ane ambil dari http://www8.garmin.com/aboutGPS/The Global Positioning System (GPS) is a satellite-based navigation system made up of a network of 24 satellites placed into orbit by the U.S. Department of Defense. GPS was originally intended for military applications, but in the 1980s, the government made the system available for civilian use. GPS works in any weather conditions, anywhere in the world, 24 hours a day. There are no subscription fees or setup charges to use GPS.

Jadi, semua sistem navigasi yang berada di kapal (vessel) menggunakan GPS. GPS tersebut digunakan untuk memandu arah pergerakan kapal, menentukan lintasan-lintasan, menentukan shotpoint dan receivernya, menentukan waktu penembakan (di marine, navigator yang melakukan proses penembakan). Dengan berbagai jenis GPS, software (triggerfish) dan bantuan alat lainnya seperti echounder makan navigasi akan bisa berjalan secara maksimal untuk melakukan kegiatan survey seismik di laut.

Mungkin ini sedikita introduction untuk Navigasi di Marine Seismic, semoga part-part selanjutnya segera bisa ditulis. Masukan dan koreksi tentu akan sangat membantu untuk melengkapi tulisan yang masih jauh dari kesempurnaan ini.

Comments (7) »

Tiket Kereta Api

Kereta api merupakan salah satu moda angkutan yang sangat diperlukan oleh masyarakat karena harganya yang relatif terjangkau bagi kalangan menengah kebawah, kecuali kereta eksekutif yang harganya tidak bisa dijangkau oleh masyarakat menengah kebawah, bahkan harga tiket kereta eksekutif kadang lebih mahal dibandingkan dengan tiket pesawat.

Bagaimana sih pelayanan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pengelola TUNGGAL perkerta apian di indonesia?Pengamatan ane sih, sangat kecil sekali perubahan yang dilakukan untuk “men-service” penumpangnya. Contoh mudahnya, coba silahkan cek di http://www.kereta-api.co.id/ yang merupakan situs resmi dari instasi tersebut. Untuk sekedar pengecekan tiket dan jurusan beserta harganya saja susah sekali untuk melakukannya bahkan sering sekali situs tersebut down, belum juga dengan fasilitas-fasilitas yang ada di dalam kereta. Tetapi untuk yang satu ini, mungkin sudah ada perbaikan yang lumayan walaupun tentunya sangat minim sekali bila dibandingkan dengan kenaikan harga khusunya di kelas Eksekutif. Perbaikan yang dilakukan di bidang per-tiketan juga masih jalan ditempat, khusunya mengenain manajemen penyaluran tiketnya, mungkin hanya tiket eksekutif yang sudah bisa diakses dan dibayar melalui ATM dengan terlebih dahulu memesannya melalui call-center. Tetapi semua itu tidak akan berlaku apabila musim liburan tiba ataupun hari-hari besar/libur, pasti tiket-tiket tersebut akan “raib” entah kemana, dan anehnya…. dengan meminta pertolongan pegawai PT. KAI (ma’af, baca = calo) kadang-kadang kita masih bisa mendapatkannya. Ini terjadi ketika orang tua penulis akan melakukan perjalanan dari Madiun ke Jakarta, ketika salah satu keluarga memesan tiket, katanya tiket sudah habis tetapi ketika meminta pertolongan salah satu rekan saudara…. eehh, alhamdulillah dapat juga tiket tersebut, bahkan bisa memesan PP (Pulang-Pergi).

Bagaimana yang cara meningkatkan mutu dan kualitas PT. KAI ? Mungkin salah satu cara yang harus dilakukan adalah memberikan kelonggaran peraturan tentang “monopoli” yang diberikan pemerintah kepada PT. KAI tersebut. Memunculkan perusahaan-perusahaan swasta dibidang perkeretaapian pasti akan memberikan persaingan yang sehat dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penggunanya. Ini sudah terbukti dibidang telekomunikasi, sekarang masyarakat menengah ke bawah-pun sudah memegah alat komunikasi untuk mempermudah komunikasi denga rekan dan keluarga. Semoga regulasi ini juga diterapkan di bidang KELISTRIKAN yang saat ini sedang melakukan kenaikan tarif-nya. Dengan adanya perusahaan swasta ini juga diharapkan berkurangnya kecelakaan dibidang trasnportasi khusunya kereta api, semoga kecelakaan kereta LOGAWA di daerah Madiun menjadi kecelakaan terakhir, AMIN…..

Comments (1) »

Keprihatinan (saat ini)

After sholat dhuhur, ada pengajian di masjid Elnusa dengan pembicara ustad ??? (maaf gak tau namanya). Tema yang diusung adalah kajian al-qur’an sitemik, mungkin menurut bahasa saya adalah kajian al-qur’an berdasarkan kepada topik-topik yang akan dibahasnya sehingga beliau ini mengungkapkan sebuah hal kemudian didasarkan pada dalil /ayat yang ada di al-qur’an.

Topic yang disampaikan dari hal-hal yang uptodate seperti sebuah istana yang ada di penjara sampai pengkultusan/pemujaan secara berlebihan kepada sesuatu yang bisa menghancurkan sebuah umat. Saya tertatik dengan hal terakhir, pemujaan secara berlebihan. Beliau mengatakan, hal tersebut setiap saat terjadi di sekitar kita (misal dalam TV) tetapi kita tidak sadar dan tidak segera memutuskan/meng-cut hal tersebut. Membiarkan berlarut-larut sehingga menjadikan sebuah fenomena yang wajar dalam kehidupan kita. Pembiaran sesuatu yang salah tersebut tidak pernah terjadi pada zaman nabi maupun khalifah2 terdahulu, karena setiap terjadi sesuatu hal yang salah, para umaroh akan segera melurukan dan berusaha menghilangkan sehingga tidak terjadi pembicaraan atau bahkan peniruan terhadap hal salah tersebut oleh orang lain. Pak Ustad mencontohkan apabila terjadi perzinaan/perselingkuhan, apa yang terjadi saat ini??? pasti akan di ulas secara berulang-ulang di media informasi, so apa yang akan ditimbulkan dari itu??? coba kita renungkan….. Apa yang dilakukan pada zaman terdahulu??? orang yang melakukan zina/selingkuh akan dihukum/dirajam yang berat, terlebih bagi si wanita, si wanita selain dirajam akan diasingkan/diungsikan, apa yang akan terjadi???? coba kita renungkan…. (maaf belum bisa menyertakan dalil atau hadist tentang hal-hal diatas).

Parah-nya lagi, ketikan menjelajahi dunia maya untuk meningkatkan ke-Islam-an saya. Eh…. malah menemukan informasi-informasi yang menjijikan. Memang dalam dunia maya, kita akan menentukan sendiri informasi apa yang akan kita cari dan kita dapatkan, mau yang jelek untuk menghancurkan moral muslim, ada buuaaannyyyyaaakkkk banget. Atau mo menjacari dan mendapatkan informasi yang dapat meningkatkan ketaqwaan kita (insya’allah) juga tidak kalah banyak. BTW, asyik browsing malah menemukan situs-situs yang melecehkan dan menghujat agama isla. Berawal dari berita di sebuat media internet yang terkenal yang menginformasikan hal tersebut, iseng-iseng ssaya buka info tersebuit dan saya cek juga kebenaran informasinya. ASTAGFIRULLAH…. kenapa ada orang/situs/web/blog yang sebegitunya membenci ajaran islam bahkan mereka berlomba-lomba untuk memurtadkan muslimin/mah dengan berbahgai cara. FENOMENA apa lagi ini ???

Apa yang harus kita sikapi terhadap hal di atas??? apakah kita harus berpangku tangan dan diam menghadapi ini??? kenapa (hanya) Islam yang mereka musuhi???

Ketakukan terhadap ISLAM adalah alasan yang logis menurut saya, dan insya’allah dengan situs/blog/web yang menghina/menghujat bahkan berusaha memurtadkan muslim/mah itulah ISLAM akan menjadi lebih kuat dan maju, AMIN…..

Leave a comment »

Jogja…. Jogja… Jogja…

Jam papat seprapatan mudun teko sepor neng stasiun tugu…

Gak kerasa nih, mungkin dah setahun lebih gak mampir n maen ke Jogja (kira-kira kenapa ya???) hehehehe, yang tau diem aja yang gak tahu coba aja ditebak kenapa. Udah lama juga nih gak up-date blog, jadi kaku banget nulisanya sampe gak tau apa yang mo di tulis, padahal cita-cita pengen jadi penulis kayak Adre Hirata.

Jogja, orang biasa menyebutnya begitu tapi sebenernya lengkapnya Jogjakarta ato pernah juga disebut Yogyakarta. Sebuah kota budaya di Pulau Jawa, bahkan sempat juga di jadikan ibu kota negara Indonesia. Jogja juga sering disebut sebagai kota pariwisata, kota pendidikan dan sebutan yang laennya. Wah ngopo ndadak mbahas Jogja, nih kalo mo lihat detilnya menurut wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta

Mungkin separuh jiwa dan kepribadianku terbentuk di kota ini, dimulai dari tahun 1999 aku maen aja ke tempat kakak sepupu yang kuliah di Jogja, eh… tertarik juga kuliah di Jogja so tahun 2000 aku mencoba beruntungan di kota Gudeg ini. Itulah awal terbentuknya hingga kuselesaikan di tahun 2005 ( lama banget ya kuliahnya, ketuaan belajar nih… harusnya dah S2 wakakakaka).

Jalan Kaliurang KM5.5 no 12… lha iku lak kosku, kost yang paleng strategis. Di depan kost ada warung burjo tempat nongkrongnya artis jogja plus kalo tanggal tua bisa ngutang. Deket banget dengan warnet, game center, wartel n jalur bus kota. Kalo mo nginap hotel juga banyak tersebar di sepanjang JaKal, apalagi kuliner, mo dari lesehan kakilima dari tempe penyet (pas kul dulu 1 porsi masih 1500 perak, sekarang berapa yaa???) sampe steak n warung yang ke barat2an juga ada. Jakal, gak ada matinya lho…. 24jam non-stop kehidupan bergulir disini.

Liburan akhir tahun/natal di Jogja rame banget nih, rencana mo sopeng-sopeng dadi males banget. Soal-e harga2 pasti mahal banget tp mo kapan lagi kl gak sekarang. Emang mo shopping apaan sih?sok yes aja… Gerimis kecil menyambut kedatanganku, sambil menunggu sepupu njemput gak lupa kuisap dalam-dalam jiesam*** gold. Ternyata sambil ngerokok kok lamunan n hayalan jalan kemana-mana yaa…. inget awal kuliah tahun 2000an yang harus beradaptasi dengan budaya, makanan n kebiasaan jogja. Harus beradaptasi dengan teman2 baru di tahun 2003. Tahun 2005-2006 aku sering sekali menginjakkan kaki di stasiun ini yang sekarang sudah semakin bersolek dan rapi… Eh, pas ngelamun yang nakal n jorok kok aku ditepuk dari belakang “Mas, ayo cepetan… selak udan….” hehehe sepupuku dah datang. langsung aja meluncur ma honda-nya ke Jatimulyo. Sampe di rumah bulek gak lupa langsung “menghadap” tapi malu bnaget…. masak arah kiblat dah lupa kemana arahnya…..

Jogja… jogja…. NEVER ENDING STORY (be continue)

about Jogja

http://jogjaku.wordpress.com/2007/08/13/sejarah-jogjakarta/

http://www.jogja.com/tourism/info/?TFIvYXRJUEV4SVY3ci8%3D

Leave a comment »

India ~End of Story~

nih baru INTERNATIONALAkhirnya bisa nulis juga nih….

Pengennya cuti lama di rumah sambil beres-beres bantu ibu bersihin rumah mo siap-siap buat gawe, eh… ternyata malah suruh berangkat kerja lagi. Back to Topic aja lah, di India yang terasa tak berujung itu ternyata bisa membahagiankan juga (selain dapat hitungan allowance). Kebahagiaan itu datang ketika tiket Guwahati – Calcuta n Calcuta – Jakarta. Alhamdulillah yang semula kepulangan dijadwalakn tanggal 21 Mei 2009 Jakarta ternyata hilang angka satunya so jadi tanggal 2 Mei 2009 sampai Jakarta. Alhamdulillah…..

Seneng banget tapi ada sedih juga sih, soalnya yang pulang cuman bertiga dan masih empat orang lagi yang ada di India. Sory bozz, gw pulang doloean…. abisin aja rupenya, ntar baru pulang hehehehe. Tapi seneng juga sebentar aja, karena trip kepulangan ini sangat menyiksa dengan tingkat kelelahan tinggi karen berangkat dari Lumding pagi dan terus-menerus perjalanan sampai ke Jakarta besok siangnya. Emang India gak berperikemanusiaan, GILA semua kali tuh orang…. BTW, apalah artinya itu semua bila dibandingkan dengan Nasi Pecel dan Nasi Padang yang udah didepan mata, ehm…. aromanya dah tercium saat itu.

Akhirnya, cerita “menyedihkan” itu berakhir sudah. I NEVER DO IT AGAINT

~END~

forewell party

Comments (1) »